Ditarget 3 Bulan oleh Presiden Jokowi, Polri Tetap Beri Masa 6 Bulan Ungkap Kasus Novel Baswedan

Polri menetapkan, masa kerja tim teknis kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan selama 6 bulan, bandingkan dengan target Presiden Jokowi

Ditarget 3 Bulan oleh Presiden Jokowi, Polri Tetap Beri Masa 6 Bulan Ungkap Kasus Novel Baswedan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik KPK Novel Baswedan dan tokoh masyarakat serta mahasiswa mendeklarasikan hari teror pemberantasan korupsi pada peringatan dua tahun kasus kekerasan yang menimpa Novel di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4/2019). Peringatan yang dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, masyarakat sipil, seniman, dan mahasiswa tersebut diisi dengan deklarasi lima tuntutan terhadap presiden agar menuntaskan kasus teror terhadap Novel, membentuk TGPF Independen, memerangi teror dan pelemahan terhadap KPK. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ditarget 3 Bulan oleh Presiden Jokowi, Polri Tetap Beri Masa 6 Bulan Ungkap Kasus Novel Baswedan.

Polri menetapkan, masa kerja tim teknis kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan selama 6 bulan, bandingkan dengan target Presiden Jokowi

Diketahui tim ini dipimpin Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal (Pol) Idham Azis.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberi target kepada Polri untuk menuntaskan kasus NOvel Baswedan dalam tempo 3 bulan.

Masa kerja yang ditetapkan melalui surat perintah tugas (sprint) Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian tersebut berbeda dengan instruksi Presiden Jokowi yang meminta agar pengusutan kasus itu rampung tiga bulan ke depan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menjelaskan, waktu kerja enam bulan tersebut mengikuti kelaziman sebuah penugasan.

"Pertimbangan durasi, waktu, memang seperti itu.

Kalau misalnya kurang, nanti perpanjang lagi enam bulan.

Artinya setiap satu semester itu jelas, targetnya jelas," ungkap Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019).

Mengenai waktu penugasan itu terlambat tiga bulan dibandingkan dengan instruksi Presiden, Dedi menegaskan, tim teknis bekerja semaksimal mungkin demi memenuhi instruksi itu.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved