Genggaman Jari Tangan di Tuas Gas Harus Empat Jari Penuh, Ini 7 Sikap Tubuh Berkendara Aman Pemotor

Bagi pengguna skutik posisi kaki harus rapat dan berada di balik sayap depan kendaraan. jika terlihat dari depan, seluruh kaki akan terlindungi

Genggaman Jari Tangan di Tuas Gas Harus Empat Jari Penuh, Ini 7 Sikap Tubuh Berkendara Aman Pemotor
(Kompas.com/Setyo Adi)
Honda di Medan kembali laksanakan kompetisi keselamatan berkendara. 

TRIBUNKALTIM.CO, MEDAN - Tingginya angka kecelakaan bermotor terutama roda dua membuat kesadaran terhadap perilaku berkendara perlu terus ditumbuhkan.

Ini terutama untuk pengendara pemula yang banyak menggunakan pilihan motor skutik sebagai sarana transportasinya.

Instruktur Keselamatan Berkendara PT Indako Trading Medan Eka Yolahati mengungkapkan ada tujuh sikap tubuh yang perlu dilakukan pengendara pemula, laki-laki maupun perempuan, untuk keselamatan di jalan.

* Pertama pandangan mata. "Pertama pandangan mata. Pandangan harus lurus ke depan dengan sesekali memperhatikan kiri kanan atau sekeliling motor namun hanya sepersekian detik," ucap Instruktur Keselamatan Berkendara PT Indako Trading Medan Eka Yolahati saat ditemui Selasa (30/7/2019).

Selain pandangan, pengendara motor juga tidak boleh mengandalkan kaca spion untuk melihat kondisi sekeliling kendaraan. Ini karena kaca spion masih memiliki titik buta yang membuat kendaraan lain tidak terlihat.

* Kedua adalah sikap tubuh yakni pundak, harus rileks untuk mencegah kelelahan saat berkendara.

* Ketiga lengan yang harus membentuk siku untuk kesiapan tubuh bermanuver.

"Kalau lengan lurus, saat melakukan pengereman akan sakit. Jadi tekuk seperti suspensi atau lengan ayun," ujar Eka yang ikut meramaikan acara Astra Honda Safety Riding Instructor Competition kategori wanita dengan menggunakan skutik.

* Keempat yang perlu diperhatikan adalah genggaman jari tangan di tuas gas, harus empat jari penuh. Begitu juga saat pengereman, harus empat jari dan hindari penggunaan hanya dua jari.

Pengereman dengan empat jari akan membuat tuas gas tertutup dan kendaraan melambat. Pengereman dua jari hanya dilakukan untuk keperluan balap dan bukan cara tepat untuk berkendara aman di jalan raya.

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved