Mobil Biasa bisa Dimodifikasi Jadi Mobil Listrik, Teknologinya Sudah Tersedia

modifikasi mobil untuk menjadi mobil listrik bisa saja dilakukan dengan mengubah teknologinya karena sudah ada tinggal diubah penggeraknya.

Mobil Biasa bisa Dimodifikasi Jadi Mobil Listrik, Teknologinya Sudah Tersedia
The Guardian
Ilustrasi - mobil listrik. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-Mungkin banyak pemilik mobil konvensional (Internal Combustion Engine atau ICE) ingin mengubah menjadi mobil hibrida ataupun listrik. Hal itu bisa dilakukan dengan dilakukan modifikasi.

Namun dipastikan selain tidak ekonomis juga beresiko tinggi dengan terjadi konsleting sehingga mobil bisa terbakar. Selain itu, mobil yang telah dilakukan modifikasi juga harus dilakukan uji tipe kendaraan ulang. 

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Franciscus Soerjopranoto mengatakan,  modifikasi bisa saja dilakukan dengan mengubah teknologinya karena sudah ada tinggal diubah penggeraknya. 

Namun  hal ini percuma karena nantinya produsen otomotif   ke depannya akan mengeluarkan mobil baru  dengan berteknologi rendah emisi, serta  dengan fitur-fitur yang lebih canggih daripada mobil lama

Sementara itu, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Kementrian Perhubungan Dewanto Purnachandra juga mengatakan, tiap kendaraan yang melakukan modifikasi termasuk pada sektor penggeraknya harus dilakukan uji tipe kendaraan ulang.

"Berdasarkan peraturan yang ada elektrifikasi harus uji tipe kembali. Ada syarat merubah spek dari ICE ke EV (Electric Vehicle), seperti harus mendapat rekomendasi dari APM-nya," ucap Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Kementrian Perhubungan, Dewanto Purnachandra.

Petunjuk pelaksanaan (juklak) terkait hal tersebut memang belum ada. Tapi bila merujuk PP No.11 Tahun 2015 Tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PPNB) yang berlaku di Kementerian Perhubungan, kata Dewanto lagi, uji kendaraan listrik tidaklah murah. 

"Tidak murah, beban ini akan diberikan kepada perorangan atau instansi yang melakukan modifikasi tersebut," ujarnya.

Rincian biayanya berdasarkan aturan tersebut, uji tipe lengkap kendaraan bermotor listrik jenis sepeda motor meliputi uji rem sebesar Rp 890.000, uji lampu utama Rp 765.000, uji speedometer Rp 745.000,

uji pemeriksaan konstruksi Rp 445.000, uji klakson, Rp 565.000, uji pengukuran berat kendaraan bermotor Rp 430.000, uji pengukuran dimensi Rp 660.000, dan uji lapangan Rp 1.208.000.

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved