Polda Kaltim Serius Awasi Jalur Tikus Narkoba di Kaltim & Kaltara,.Atensi Khusus Bulungan dan Berau

Memang selama ini yang paling kita soroti adalah jalur tikus yang berada di Bulungan ke Berau," ujar Dir Res Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad S

Polda Kaltim Serius Awasi Jalur Tikus Narkoba di Kaltim & Kaltara,.Atensi Khusus Bulungan dan Berau
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
ILUSTRASI; Puluhan pengedar narkoba ini berhasil diamankan oleh jajaran Polres Berau dalam Operasi Anti Narkotika 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jalur tikus peredaran narkoba menjadi perhatian khusus Polda Kaltim, melihat tingginya kasus peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Dari pantauan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim, daerah yang menjadi atensi khusus adalah Bulungan ke Berau menjadi jalur yang paling diwaspadai dan menjadi jalur favorit dari para pengedar narkoba ini, baik melalui jalur darat ataupun laut.

"Memang selama ini yang paling kita soroti adalah jalur tikus yang berada di Bulungan ke Berau," ujar Dir Res Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shaury, Rabu (31/7/2019).

Dir Res Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shaury, menyebutkan alasan mengapa banyak pengedar narkoba menggunakan jalur tersebut, karena wilayah Bulungan ke Berau itu memang kurang pengamanan dan pengawasan. Pasalnya, di daerah tersebut junlah personel dan sarana memang masih kurang.

"Luas wilayah juga menjadi kendala. Pasti ada keinginan untuk menambah personel. Kan tiap tahun kita selalu meminta tambahan personel. Agar bisa menempatkan personel di lokasi yang menjadi atensi kita," jelas Dir Res Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shaury.

Pemusnahan narkoba jenis sabu dan ganja, Rabu (23/1/2019) oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim. Dipimpin langsung Diresnarkoba Kombes Pol Akhmad Shaury didampingi Kasubdit I AKBP Karyoto.
ILUSTRASI; Pemusnahan narkoba jenis sabu dan ganja, Rabu (23/1/2019) oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim. Dipimpin langsung Diresnarkoba Kombes Pol Akhmad Shaury didampingi Kasubdit I AKBP Karyoto. (Tribunkaltim.co/ Fachri Ramadhani)

Dir Res Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury menjelaskan, pihaknya tidak membuat pos terbuka, namun personel tetap mobile yang bergerak dan sifatnya tertutup.

Hal tersebut dilakukan karena jika pos terbuka dianggap kurang efektif dan pelaku bisa mencari lokasi lain kalau mengetahui ada petugas.

"Selama ini kita dalam pemantauan dan penindakan selalu bekerjasama denga Polair jika di laut. Dan polres atau polsek setempat jika di darat," ungkap Dir Res Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury.

Selama pemantauan ungkap Dir Res Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury, sudah ada belasan pelaku yang diringkus dengan barang bukti narkoba yang besar hingga kiloan.

Pasalnya, untuk memantau dan mengamankan para pelaku ini, petugas selalu membaur bersama masyarakat. Bahkan, rolling petugas juga dilakukan agar tidak terendus pelaku.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved