Rocky Gerung Sebut PA 212 Bukan Permainan Politik Prabowo, Tapi Karena Sikap Presiden Jokowi

Pengamat politik Rocky Gerung kembali berkicau soal kondisi politik terkini antara Presiden Jokowi, Prabowo Subianto termasuk PA 212.

Rocky Gerung Sebut PA 212 Bukan Permainan Politik Prabowo, Tapi Karena Sikap Presiden Jokowi
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Rocky Gerung menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Selasa (23/4). 

"Kenapa diskusi ini berlanjut terus, di segala macam sosial media, di pojok-pojok warung kopi?," tanya Rocky Gerung.

"Karena enggak ada imajinasi sosial yang diucapkan oleh presiden selain cebong dan kampret sudah selesai," ujarnya.

Rocky Gerung menegaskan, presiden hanya membahas soal prestasi-prestasi di masa lalu.

Sehingga, tak ada topik baru yang menghiasi perbincangan masyarakat.

"Ide tentang bernegara tak diucapkan oleh presiden, presiden hanya mengulangi prestasi selama dia berkuasa.

Empat tahun yang lalu lima tahun yang lalu, jadi kita tidak memiliki referensi apa sebetulnya berdemokrasi atau beroposisi," tutur Rocky Gerung.

Lantas, ia kembali menegaskan PA 212 masih terus dibahas akibat sikap Presiden.

"Soal-soal sederhana ini terus diputer-puter, karena presiden sebagai kepala negara tidak mengucapkan sosial teks baru, karena itu dia bicara soal sosial teks lama."

Rocky Gerung mengatakan, Presiden harus membuat topik sosial yang baru.

"Kemenangan itu seharusnya difungsikan New Kind of Social teks (Jenis sosial teks yang baru)," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved