Tembakkan 74 Peluru Senapan Angin ke Tubuh Orangutan, Pelaku Hanya Dihukum Kumandangkan Adzan

Pelaku penembakan orangutan dengan senapan angin akhirnya dihukum kumandangkan Adzan, begini penjelasan BKSDA

Tembakkan 74 Peluru Senapan Angin ke Tubuh Orangutan, Pelaku Hanya Dihukum Kumandangkan Adzan
(HO/ Ecositrops)
Kondisi orangutan di wilayah Kaltim makin memprihatinkan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tembakkan 74 Peluru Senapan Angin ke Tubuh Orangutan, Pelaku Hanya Dihukum Kumandangkan Adzan.

Pelaku penembakan orangutan dengan senapan angin akhirnya dihukum kumandangkan Adzan, begini penjelasan BKSDA.

Masih ingat kisah dengan Hope?

Satu Individu orangutan yang mengalami luka parah dengan tubuh penuh lubang peluru senjata angin.

Hope ditembak 74 peluru oleh dua pelaku.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, menyampaikan bahwa hasil penyelidikan dan pemeriksaan kasus penembakan orangutan Hope sudah selesai.

Faktanya bahwa pelaku penembakan adalah dua anak dibawah umur.

Keduanya merupakan warga Kota Subulussalam.

Keduanya berinisial AIS (17 tahun) dan SS (16 tahun), warga Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Propinsi Aceh.

Berdasarkan hasil persidangan, keduanya divonis melalui diversi, yakni pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Rasyid diterkam orangutan dewasa, Jumat (29/6/2018) kemarin, sekitar pukul 14.30 Wita di Nilam 16, simpang Satelit 3 Vico Indonesia, Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara.
Rasyid diterkam orangutan dewasa, Jumat (29/6/2018) kemarin, sekitar pukul 14.30 Wita di Nilam 16, simpang Satelit 3 Vico Indonesia, Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. (Kolase/Tribun Kaltim)
Halaman
123
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved