Tim Keswan Sisir 27 Peternak dan Pedagang Musiman, 1.500 Hewan Kurban Dinyatakan Sehat

Kami sudah menyisir sekitar 27 peternak dan pedagang hewan kurban. Ada sekitar 700-800 ekor sapi dan 700 ekor kambing. Alhamdulillah, semua sehat

Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Pemeriksaan hewan kurban di salah satu pedagang sapi musiman di Kecamatan Sangatta Utara 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Perayaan Idul Adha tinggal hitungan hari. Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur kian menggencarkan pemeriksaan hewan yang akan menjadi hewan kurban di puncak perayaan. Karena para pedagang musiman semakin banyak yang menjajakan sapi kurban. Begitu juga peternak di Sangatta.

Sehingga, dalam dua pekan belakangan ini, Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Kurban yang dipimpin Kadis Pertanian Sugiono bersama Kasi Keswan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kutim, Drh Cut Mutia menyisir para peternak sapi, peternak kambing serta pedagang sapi maupun kambing musiman di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Seperti yang dilakukan, Rabu (31/7). Ada tiga titik yang ditinjau tim keswan untuk pemeriksaan hewan kurban. Jalan Poros Sangatta – Bontang Km 3, Jalan APT Pranoto dan Jalan Pendidikan.

Hari-hari sebelumnya, sudah puluhan titik lokasi penjualan hewan kurban, baik yang musiman maupun yang peternak dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kami sudah menyisir sekitar 27 peternak dan pedagang hewan kurban. Ada sekitar 700-800 ekor sapi dan 700 ekor kambing. Alhamdulillah, semua dalam keadaan sehat. Ada satu ekor sapi yang mungkin dalam pengiriman cedera di kakinya. Sehingga kami sembelih di RPH. Selebihnya sehat dan sudah kami beri surat keterangan hewan kurban tersebut dalam keadaan sehat. Agar pembeli lebih yakin terhadap hewan kurban yang dibelinya,” ungkap Drh Cut Mutia.

Pemeriksaan kesehatan, menurut Drh Cut Mutia tidak hanya sebelum hari raya, atau sebelum disembelih. Tapi, pasca penyembelihan juga akan dilakukan. Untuk memastikan hewan kurban yang dijual sehat dan aman dikonsumsi.

Pemeriksaan hewan kurban di salah satu pedagang sapi musiman di Kecamatan Sangatta Utara
Pemeriksaan hewan kurban di salah satu pedagang sapi musiman di Kecamatan Sangatta Utara (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

“Untuk pemeriksaan saat sekarang, kami melihat dari sisi fisik hewan kurban tersebut. Seperti cuping hidung, kalau kering, berarti hewan tersebut sedang demam.

Kita beri obat agar sehat. Kemudian melihat jumlah gigi, untuk menghitung usia hewan kurban. Karena jangan sampai belum berusia 1 tahun, sudah dijual untuk jadi hewan kurban.

Kita juga melihat bulunya. Kalau berdiri, artinya cacingan. Itu perlu diwaspadai juga,” beber Mutia.

Pemeriksaan hewan kurban di salah satu pedagang sapi musiman di Kecamatan Sangatta Utara
Pemeriksaan hewan kurban di salah satu pedagang sapi musiman di Kecamatan Sangatta Utara (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

Setelah penyembelihan, lanjut Drh Cut Mutia, juga akan dilakukan uji sampel bagian dalam hewan kurban. Terutama bagian hati, yang kerap ada cacing hati. Selain itu apakah ada pembengkakan di bagian organ dalam.

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved