Kisah Sukses

7 Tahun Jadi Karyawan Lalu Beralih Buka Warung Sate Kambing, Satu Hari Habiskan 20 Ekor Kambing

Dahulu cuma jadi karyawan, kini warung Pak Manto menjual lebih dari 20 ekor kambing dan 3 kuintal tulang kambing.

Selain melayani pembeli yang datang ke warung, Pak Manto juga melayani pesanan dari berbagai kota di seluruh Indonesia.

Menu Favorit Hari Raya Idul Adha, Ini 6 Tips Membuat Sate Kambing Supaya Empuk

Resep Sate Kambing - Kiat Praktis agar Sajian Lezat dan Tidak Prengus

Kepada Tribun-Video.com, Pak Manto mengaku hampir setiap hari ada pesanan olahan kambing ke luar kota.

"Sering (kirim olahan kambing ke luar kota) hampir tiap hari, seluruh kota di Indonesia mungkin sudah kemasukan Tengkleng saya," ujar Pak Manto.

Dalam hal pengiriman, Pak Manto mengaku menggunakan kemasan khusus, dengan memisahkan antara daging, sayur, dan kuah, sehingga pesanan bisa bertahan hingga 12 jam.

Keluarga

Sumanto lahir di Wonogiri pada Desember 1966 silam.

Anak ketiga dari 5 bersaudara tersebut lahir di keluarga yang sama sekali tidak ada latar belakang bisnis sate kambing.

Dengan kata lain, Pak Manto adalah generasi pertama di keluarganya yang mengelola bisnis kuliner sate kambing.

Sumanto yang pada saat itu hanya lulus SD, harus bekerja keras menjadi buruh untuk mencukupi kebutuhannya.

Pada 1988 Pak Manto menikah dengan seorang wanita asal Pasar Kliwon, Kota Surakarta, saat masih kerja ikut orang lain.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved