Nafas Baru PKB di Parlemen Balikpapan, Taufik Putra Kilat Jadi Pejabat Pertama di Kampung

Saya gak pernah terbayang, ternyata bisa masuk ke dunia politik. Padahal dulu saya paling gak suka dengan politik. Bertentangan dengan pekerjan saya

Nafas Baru PKB di Parlemen Balikpapan, Taufik Putra Kilat Jadi Pejabat Pertama di Kampung
Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Taufik Qul Rahman calon legislatif terpilih asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pileg 2019 saat ditemui Tribunkaltim.co, Kamis (1/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Angin kehidupan berhembus ke tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Balikpapan. Usai mengendap selama 20 tahun dari dunia parlemen Balikpapan, akhirnya mereka muncul ke permukaan.

Pada Pileg 2019, partai yang secara nasional dipimpin Muhaimin Iskandar menancapkan satu tunas di antara 45 caleg yang berhak duduk di kursi DPRD Balikpapan.

Tunas partai tersebut adalah caleg nomor urut 01 Dapil Balikpapan Barat, Taufik Qul Rahman. Ia memberikan harapan bagi partainya. Untuk mengakar kuat di parlemen, hingga tumbuh dan berbuah sampai 2024. Ia menjadi nafas baru PKB di parlemen Balikpapan.

"Ketua wilayah kaget, dan apresiasi luar biasa bahwa PKB di Balikpapan bisa memeroleh 1 kursi di parlemen. Digadang-gadang seluruh orang, PKB tak mungkin dapat kursi," kata Taufik Qul Rahman saat ditemui Tribunkaltim.co, Kamis (1/8/2019).

Mantan aktivis pemerhati korupsi ini mengaku perjuangannya mengumpulkan lebih dari 3 ribu suara tak mudah. Ia berada di Daerah Pemilihan (Dapil) neraka kontestasi politik legislatif 5 tahunan di Balikpapan. Ya, Balikpapan Barat.

"Pertarungan saya di Dapil neraka, Dapil Balikpapan Barat Penuh lika-liku dan harta yang dimainkan," tuturnya.

Namun, Taufik Qul Rahman berhasil membuktikan kapasitas dirinya dengan ditetapkan namanya sebagai caleg terpilih oleh KPU Balikpapan Juli 2019 lalu.

"Ternyata harta itu bukan jadi patokan utama, tapi keyakinan dan turun ke masyarakatlah yang jadi patokan," ungkap Taufik Qul Rahman.

Padahal pria kelahiran Balikpapan 7 Januari 1978 ini tak memiliki pengalaman ikut kontestasi politik. Pileg 2019 jadi yang pertama baginya terjun ke dunia politik.

"Saya gak pernah terbayang, ternyata bisa masuk ke dunia politik. Padahal dulu saya paling gak suka dengan politik. Bertentangan dengan pekerjan saya. Saya ini pengkritik," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved