Aplikasi

Uber Alami Krisis Keuangan, Ratusan Karyawan Bidang Marketing Telah Diberhentikan

Berdasarkan laporan CNET, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan kalau saat ini jumlah karyawan yang mereka miliki saat ini terlalu banyak.

Uber Alami Krisis Keuangan, Ratusan Karyawan Bidang Marketing Telah Diberhentikan
Tribunkaltim.co/Aditya Rachman
ILUSTRASI - Kantor Gojek Samarinda menyerahkan Bantuan GOJEK Peduli kepada mitranya yang terdampak banjir di Samarinda, pada Jumat (21/6/2019) di Kantor Gojek Samarinda, Jalan Wahid Hasyim 2 No.27, Samarinda Utara. Gojek merupakan pesain dari Uber yang kini Uber pun dirundung rugi. 

TRIBUNKALTIM.CO, AMERIKA SERIKAT - Kali ini Uber baru-baru ini dikabarkan memulangkan (PHK) sebanyak 400 karyawannya yang bekerja di bagian marketing.

Mengutip The New York Times, tindakan ini dilakukan secara internal pada hari Senin (29/7/2019) waktu Amerika Serikat.

Tim marketing Uber sendiri memiliki lebih dari 1.200 karyawan sebelum program PHK ini dilakukan.

Uber sendiri memperkerjakan hampir 25.000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia.

Di mana hampir separuhnya berbasis di Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan CNET, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan kalau saat ini jumlah karyawan yang mereka miliki saat ini terlalu banyak.

Akibatnya, banyak fungsi yang tidak terlaksana dengan jelas dan pengambilan keputusan jadi sulit dilakukan.

Heboh Penjelasan Kepala BKPM Soal Induk Tokopedia, Gojek Dkk di Singapura, Yusuf Mansur Bereaksi

Pengurangan jumlah karyawan ini dilakukan sebagai usaha Uber untuk membuat sistem kerja yang lebih efektif.

Selain itu ada juga dugaan kalau Uber belakangan ini sedang mengalami krisis keungan yang cukup sulit.

Pada bulan Mei lalu, sahan Uber bahkan menurun hampir sebanyak 8 persen. 

Halaman
12
Tags
Gojek
Uber
Editor: Budi Susilo
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved