Ambil Barang Bukti di Kejaksaan Gratis, Agus Amri: Kalau Ada Oknum Minta Pungutan, Itu Pungli

Lanjutnya, setelah kasus tersebut tuntas, barang bukti itu wajib dikembalikan ke pemilik dengan kondisi yang sama saat diamankan.

Ambil Barang Bukti di Kejaksaan Gratis, Agus Amri: Kalau Ada Oknum Minta Pungutan, Itu Pungli
TRIBUN KALTIM / ARIS JONI
Agus Amri 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Siapapun yang menjadi korban pencurian, barang buktinya pasti akan ditahan pihak yang berwenang dan akan dikembalikan setelah putusan pengadilan selesai.

Namun masih banyak warga yang bertanya-tanya, apakah mengambil barang bukti di Kejaksaan itu harus bayar atau tidak?

Dikonfirmasi Tribunkaltim.co, salah seorang praktisi hukum di Kota Balikpapan, Agus Amri, menjelaskan, tidak ada aturan apapun yang membenarkan bahwa mengambil barang bukti harus membayar atau mengeluarkan biaya.

Ia menerangkan, selama proses pengadilan, pihak kejaksaan wajib menjaga barang bukti tersebut dengan kondisi baik.

"Nah, selesai putusan pengadilan baru bisa diambil barang bukti itu. Itu pun gratis, gak ada pungutan apapun," tegasnya.

Lanjut Agus, barang bukti tersebut harus dijaga dan diawasi selama proses pengadilan berjalan tanpa kurang satu apapun.

Jika terdapat kekurangan atau kerusakan pada barang bukti tersebut, pemilik berhak menggugat atau meminta ganti rugi atas kerusakan barang bukti tersebut.

Karena menurutnya, hal itu kewajiban negara yang jelas diatur dan dilindungi dalam KUHP

"Misalkan, kalau motor itu kaca spionnya hilang satu, pemilik motor itu berhak meminta ganti kerugian ke Negara atas hilangnya spion motor selama masa pengawasan penyidik, penuntut, atau pengadilan," jelasnya.

Ia menerangkan, selama menjadi barang bukti, pihak yang menyimpan harus memastikan kondisi barang tersebut dalam kondisi aman dan tidak kurang satu apapun.

Lanjutnya, setelah kasus tersebut tuntas, barang bukti itu wajib dikembalikan ke pemilik dengan kondisi yang sama saat diamankan.

"Kalau ada oknum yang meminta biaya pengembalian barang bukti dengan alasan apapun, maka dapat dipastikan itu adalah pungli," ucap pria yang akrab disapa Amri itu.

Ia menambahkan, jenis barang bukti tersebut juga harus dilihat terlebih dahulu, melihat rujukan putusan pengadilan.

Pasalnya, ada juga barang bukti yang memang tidak dikembalikan karena termasuk barang berbahaya atau terlarang sehingga harus dimusnahkan, seperti narkoba, miras dan sejenisnya.

"Masyarakat yang menjadi korban juga harus memperhatikan putusan pengadilan dalam hal pengembalian barang bukti ini, apakah bisa dikembalikan atau dimusnahkan," tutupnya. (Tribunkaltim.co/Aris Joni)

Penulis: Aris Joni
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved