Selasa, 2 Juni 2026

Berita Pemkab Kutai Barat

Dana Desa Bisa Tangani Stunting, Yapan: Jangan Bekerja Sendiri, Dinas Terkait Harus Koordinasi

Bupati FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja mengimbau dinas terkait melakukan koordinasi dalam pelaksana anggaran.

Tayang:
HUMASKAB KUBAR
Bupati Kutai Barat FX Yapan membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa Cluster 2 di Aula Pertemuan Masjid Al Muttaqin Islamic Center Melak, Rabu (31/7/2019). 

SENDAWAR - Mengatasi dan mencegah masalah stunting pada anak di Kubar, Bupati FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja mengimbau dinas terkait melakukan koordinasi dalam pelaksana anggaran. Dan yang harus diingat dinas jangan bekerja sendiri, tetapi harus saling koordinasi.

Hal tersebut disampaikan Bupati ketika membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa Cluster 2 di Aula Pertemuan Masjid Al Muttaqin Islamic Center Melak, Rabu (31/7/2019).

Bupati memaparkan, pada 2020 sudah ditetapkan bagi desa/kampung sebagai syarat pencairan Dana Desa (DD) tahap ketiga harus ada laporan kegiatan konvergensi pencegahan stunting yang dilakukan di kampung yang didanai melalui DD. Oleh sebab itu seluruh kampung fokus pelaksanaan stunting harus menganggarkan pencegahan stunting melalui APBDes pada DD.

Bupati juga menyatakan, Pemkab Kubar mendorong kepala kampung, di daerah yang menjadi lokus penanganan nasional, mengalokasikan dana desa untuk mencegah stunting. Menurutnya, angka stunting di Kubar cukup banyak, oleh sebab itu perlu kita cegah agar tidak bertambah.

Untuk diketahui Pemkab Kubar sangat mendukung kerja sama lintas pemangku kepentingan dalam mengatasi dan mencegah masalah stunting pada anak tersebut.

Terkait kampung sebagai lokus penanganan stunting, ke depan Kubar akan memaksimalkan setiap puskesmas bisa jadi fokus penanganan stunting untuk penerapan penanganan sesuai metode aksi cegah stunting ini. Tidak hanya itu, Pemkab Kubar akan terus mendorong kepala kampung menganggarkan dana desa untuk penanganan stunting.

Bupati juga meminta Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) untuk memastikan kepala kampung berkomitmen soal ini. Dia meyakini, dana desa bisa dialokasikan untuk mendukung gerakan pencegahan stunting, oleh sebab itu TP PKK Kampung harus dilibatkan secara aktif.

"Dana tersebut bisa dipakai untuk beli timbangan, alat ukur untuk Posyandu, bisa juga untuk pemberian makanan tambahan bagi balita, ibu hamil, dan lansia " katanya.

Bagi kepala desa yang belum menganggarkan dana desa untuk pencegahan stunting, hal itu disebabkan karena selama ini tidak ada advokasi yang konkrit kepada mereka.

"Bukan mereka tidak mau, tapi tidak tahu. Makanya dari forum ini kami punya kesepakatan dengan dinas PPMK, Dinkes, Pertanian dan Perikanan bersama-sama menyasar dan mencegah stunting dengan baik," tutup Bupati. (hms10)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved