Majikan Suami Istri di Singapura Dihukum Penjara, Siksa TKW Asal Indonesia

Pasangan suami istri asal Singapura, Zariah Mohd Ali (58) dan Mohammad Dahlan dijatuhi hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah di Singapura

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/HO
Pasangan suami istri asal Singapura Mohammad Dahlan dan Zariah Mohd Ali yang melakukan penyiksaan terhadap PRT, Khanifah 

TRIBUNKALTIM.CO-Menjadi Tenaga Kerja Wanita(TKW) di luar negeri penuh dengan resiko. Selain gaji yang tak dibayar juga sering kali majikan melakukan penyiksaan yang berujung kematian. 

Bahkkan baru-baru ini terjadi penganiayaan yang dilakukan pasangan suami istri di Singapura terhadap TKW  yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) asal Indramayu, Khanifah secara kejam.

\\

Pasangan suami istri asal Singapura, Zariah Mohd Ali (58) dan Mohammad Dahlan dijatuhi hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah di pengadilan di Sungapura. Ia bersalah karena telah melakukan penyiksaan terhadap seorang PRT asal Indonesia.

Zariah Mohd Ali (58) divonis hukuman penjara 11 tahun, sementara suaminya, Mohamad Dahlan dijatuhi hukuman penjara selama 15 bulan.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Zariah diyakini menjadi yang terberat yang pernah dijatuhkan di Singapura dalam kasus penganiayaan terhadap PRT.

Diwartakan The Straits Times, Kamis (1/8/2019), wanita paruh baya itu terbukti secara sah dan meyakinkan menggunakan perkakas seperti palu, tiang bambu, parang, dan alu batu untuk menganiaya korban, PRT asal Indramayu, Indonesia, bernama Khanifah.

Khanifah disebut telah menghadapi tidak kekerasan dan penganiayaan dari majikannya yang terjadi selama enam bulan, dalam kurun waktu Juni hingga Desember 2012.

Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) itu diketahui telah bekerja kepada keluarga Zariah sejak November 2011. Awalnya, hubungan Khanifah dengan keluarga majikannya berjalan baik-baik saja, tetapi pada Juni 2012, dirinya mulai mendapat penganiayaan dari suami istri itu.

Kekerasan yang awalnya hanya sebatas verbal berubah menjadi kekerasan fisik. Pihak pengadilan mencatat Zariah paling banyak melakukan tindak kekerasan terhadap korban,

mulai dari menghantam bagian belakang kepala dan mulut korban dengan palu, memukul telinga kiri dan dahi korban masing-masing dengan tiang bambu serta alu batu.

Zariah juga terbukti menikam bahu TKI berusia 39 tahun itu dengan gunting, melukai lengan korban menggunakan parang dan mematahkan jari kelingking kiri korban.

Tindak kekejaman yang dilakukan Zariah itu telah menyebabkan Khanifah mengalami cacat fisik permanen. TKI itu mengalami kerusakan telinga kiri, bekas luka permanen di dahi, belakang kepala dan bahu, serta jari kelingking kiri yang tidak dapat lagi dipergunakan secara normal. 

Kasus Penganiyaan Terburuk Dalam Sejarah Singapura

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved