Honda Terlalu Fokus ke Marquez Sehingga Dianggap Seperti Diktator, Yamaha Dinilai Lebih Manusiawi

saat Honda sedang mengembangkan RC213V versi 2019 yang berfokus pada Marc Marquez, Yamaha justru memberi kebebasan pada Rossi dan Maverick Vinales

Honda Terlalu Fokus ke Marquez Sehingga Dianggap Seperti Diktator, Yamaha Dinilai Lebih Manusiawi
Instagram/@valeyellow46
Valentino Rossi 

TRIBUNKALTIM.CO, BRNO -Yamaha memberikan kebebasan kepada Rossi dan Vinales, misalnya menggunakan sasis yang berbeda.

Honda justru menjadi seperti diktator.

Honda akan mengalami kesulitan jika Marquez pindah atau terjadi sesuatu pada Marquez.

Lin Jarvis, Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing, mengatakan, Yamaha lebih baik dalam menanggapi kebutuhan spesifik para pebalapnya dibandingkan Honda, terlepas dari kesuksesan seorang Marc Marquez.

Di saat Honda sedang mengembangkan RC213V versi 2019 yang berfokus pada Marc Marquez, Yamaha justru memberi kebebasan pada Valentino Rossi dan Maverick Vinales untuk mengambil jalannya masing-masing dalam mengembangkan YZR-M1.

Sebagai contoh, Valentino Rossi dan Maverick Vinales menggunakan sasis yang berbeda, sesuai dengan kecocokan gaya membalapnya. Hal ini juga dilakukan oleh Honda, tapi Jorge Lorenzo terlalu memaksakan diri membuat motornya menjadi lebih mudah dikendalikan.

Jelang MotoGP Jerez 2019, Maverick Vinales Disebut Siap Bangkit & Bersaing dengan Valentino Rossi
Jelang MotoGP Jerez 2019, Maverick Vinales Disebut Siap Bangkit & Bersaing dengan Valentino Rossi (twitter/AxaltaRacing)

Lin Jarvis juga mengatakan, Yamaha lebih melakukan pendekatan secara manusiawi. Sementara Honda, lebih bersifat diktator dan akan menderita jika tidak ada sosok Marc Marquez.

"Menurut saya, Yamaha mampu membuat motor yang cocok dengan setiap pebalap. Honda merespons dari kebiasaan para teknisinya.

Marc Marquez (kiri) dan adiknya Alex Marquez (Kanan).
Marc Marquez (kiri) dan adiknya Alex Marquez (Kanan). (Twitter.com/AM73Page)

Secara umum, Yamaha beradaptasi lebih baik dari Honda terkait kebutuhan para pebalapnya. Kami lebih manusiawi," ujar Lin Jarvis, dikutip dari Motorsport.com.

Lin Jarvis menambahkan, terkadang memang bagus untuk menggunakan sedikit cara diktator, tapi sering kali lebih baik untuk memiliki motor yang cocok untuk mayoritas pebalap.

Jorge Lorenzo Jadi Pembalap Starter Terburuk Sepanjang Sejarah Repsol Honda
Jorge Lorenzo Jadi Pembalap Starter Terburuk Sepanjang Sejarah Repsol Honda (twitter/repsolhonda)
Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved