BPBD Kota Samarinda Petakan Lokasi Rawan Terdampak Bencana,Jaang Minta Petugas Rawat Alat Pemadam

kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman, dalam pemetaan lokasi di Kota Samarinda dengan resiko banjir dan longsor cukup tinggi

BPBD Kota Samarinda Petakan Lokasi Rawan Terdampak Bencana,Jaang Minta Petugas Rawat Alat Pemadam
Tribunkaltim.co, Cahyo Wicaksono
BPBD Kota Samarinda, melaksanakan sosialisasi penyusunan dokumen kajian resiko bencana dan pengurangan resiko bencana kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, melaksanakan sosialisasi penyusunan dokumen kajian resiko bencana dan pengurangan resiko bencana kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Samarinda.

Asisten II Pemkot Samarinda Endang Liansyah mengatakan, sosialisasi yang diselenggarakan hari ini, bertujuan untuk mengurangi dampak kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam.

Sekaligus memetakan kawasan mana saja, yang terindikasi rawan dilanda bencana.

"Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman, dalam pemetaan lokasi di Kota Samarinda dengan resiko banjir dan longsor cukup tinggi.

Sehingga dapat diketahui daerah mana saja yang harus menjadi perhatian pemerintah, karena rawan bencana," ungkap Asisten II Pemkot Samarinda Endang Liansyah, Senin (5/8/2019).

Asisten II Pemkot Samarinda Endang Liansyah juga berharap, agar OPD terkait dapat memberikan kontribusi dalam penanganan bencana, terutama yang memang menangani hal tersebut, yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Semoga dengan sosialisasi ini bencana yang ada di Kota Samarinda, khususnya banjir, bisa teratasi melalui informasi  dari BMKG, dengan adanya informasi yang terus diperbaharui untuk diketahui masyarakat. Maka masyarakat bisa tanggap terhadap bencana," ungkap Asisten II Pemkot Samarinda Endang Liansyah.

Kepala BPBD Samarinda Endang Liansyah memaparkan potensi bencana di Kota Samarinda.
Kepala BPBD Samarinda Endang Liansyah memaparkan potensi bencana di Kota Samarinda. (tribunkaltim.co/rafan a dwinanto)

Sementara itu Sekretaris BPBD Hendra mengungkapkan, pemetaan penyusunan risiko bencana memang sangat penting dilaksanakan. Mengingat bencana alam tak bisa diprediksi dan menjadi tanggung jawab bersama.

"Kami berharap Kepala OPD, Camat, Lurah bisa turun dan membantu meneruskan sosialisasi ini, ke masyarakat agar memahami pentingnya pencegahan bencana alam, yang setiap musim melanda Kota Samarinda," pungkas Sekretaris BPBD Hendra.

Selain banjir, Kota Tepian juga marak terjadi musibah kebakaran yang dapat menghanguskan tempat tinggal masyarakat. Maka Walikota Samarinda Syaharie Jaang, mengimbau kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Pemadam Kebakaran, agar merawat perangkat kerja, untuk menjaga kesiapan petugas saat bencana datang.

Halaman
12
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved