Harga Cabai di Kota Samarinda Naik Tajam, Pedagang Makanan Mulai Putar Otak

"Di sini harganya justru lebih mahal daripada di pasar Segiri, karena kita kan disana pusatnya. Baru kita jual lagi," ucap Umaroh

Harga Cabai di Kota Samarinda Naik Tajam, Pedagang Makanan Mulai Putar Otak
TRIBUN KALTIM / CAHYO WICAKSONO PUTRO
Harga cabai di Kota Samarinda, mulai meroket naik. Sebelumnya, untuk jenis cabai kriting kisaran harganya, senilai Rp30 ribu per kg, saat ini telah dipatok Rp70 ribu per kg. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Harga cabai di Kota Samarinda, mulai meroket naik.

Sebelumnya, untuk jenis cabai kriting kisaran harganya, senilai Rp30 ribu per kg, saat ini telah dipatok Rp70 ribu per kg.

Kemudian untuk jenis cabai tiung, sebelumnya dipatok Rp18-20 ribu per kg, saat ini naik menjadi Rp90 ribu per kg.

Dari pantauan Tribunkaltim.co di dua pasar tradisional di Kota Samarinda, seperti di Pusat perbelanjaan tradisional Pasar Segiri dan Pasar Sungai Dama Samarinda, beberapa pedagang mengungkapkan kenaikan harga menjelang Idul Adha 1440 H, mengikuti harga yang dipatok para petani.

Cabai yang biasanya dipatok dengan kisaran harga bervariasi sesuai jenis cabai yang dijual oleh para pedagang mulai dari Rp20-30 ribu per kilogram, kini naik mencapai Rp. 70-90 ribu per kilogramnya.

"Naik semua harga cabai, sesuai jenisnya. Kalau cabai kriting sebelumnya Rp30 ribu, sekarang Rp70 Ribu per kg. Kalau cabai tiung sebelumnya Rp18-20 ribu, sekarang sudah naik Rp90 ribu per kg nya," kata Mardianto salah satu pedagang cabai di Pasar Segiri Samarinda, Senin (5/8/2019).

Sementara pedagang cabai di Pasar Sungai Dama, menyebutkan harga cabai yang dijualnya lebih mahal Rp10 ribu dari harga cabai di pasar Segiri yang menjadi pusat perbelanjaan tradisional di Kota Samarinda.

"Di sini harganya justru lebih mahal daripada di pasar Segiri, karena kita kan disana pusatnya. Baru kita jual lagi," ucap Umaroh, pedagang cabai di Sungai Dama Samarinda. 

Daeng Kojo juga menyebutkan hal yang sama dengan Haji Uding, tingginya harga cabai mengikuti harga yang dipatok oleh para petani pemasok cabai.

"Kurang paham kenapa naik, bisa jadi karena menjelang Idul Adha. Maka dari itu harga jualnya dinaikkan petani yang memasok ke pedagang," kata Daeng Kojo.

Sementara itu, dari pantauan Tribunkaltim.co, sejunlah pedagang makanan mengaku mengeluh dengan naiknya harga cabai.

"Mengurangi cabai yang digunakan untuk pelengkap makanan. Biasanya kami menggunakan 1 kilo cabai, tapi karena harganya sekarang naik, jadi kali ini terpaksa kami kurangi jumlahnya, jadi setengah kilo saja," tandas Ani, salah satu pedagang makanan di Samarinda.

Selain itu, untuk mengantisipasi adanya komplain dari pelanggan, pedagang makanan tersebut mengaku memutar otak, dengan membuat dua jenis sambal untuk pelengkap makanan di warungnya.

"Takut ada komplain dari pelanggan, karena sambal yang dibuat kurang pedas seperti biasanya. Kami putar otak, dengan membuat dua jenis sambal, dari sambal orek dan sambal petis," sebutnya.

Dan diperkirakan kenaikan harga cabai, akan berlangsung sampai selesainya Hari Raya Idul Adha 1440 H 2019. (*)

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved