Perjuangan Paskibraka Nasional Asal Kaltara - Tirukan Langkah Paskibraka di Rumah, Nonton di Youtube

Sebelum bergulirnya seleksi pada Februari 2019 kemarin, Fahmi kata orangtuanya, sering bertingkah agak ‘aneh’ di rumah.

Perjuangan Paskibraka Nasional Asal Kaltara - Tirukan Langkah Paskibraka di Rumah, Nonton di Youtube
HO Dok Pribadi
Fahmi Nur Deskaruniawan (dua dari kanan) dan Cut Putri Widya Utami (tiga dari kanan) bersama keluarga Nuryandi mengabadikan momen di Bandara Juwata Tarakan sebelum berangkat untuk mengikuti pemusatan sebagai anggota Paskibraka Nasional tangga 24 Juli kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Hampir semua remaja mendambakan menjadi salah satu bagian dari pengibar bendera pusaka Merah Putih di Istana Negara pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun tidak semua remaja mempunyai kesempatan untuk menjadi bagian dari itu.

Seperti itulah ungkapan Pak Nuryandi, ayah dari salah satu anggota pasukan pengibar bendera asal Provinsi Kalimantan Utara, Fahmi Nur Deskaruniawan.

Perasaan bangga sekaligus haru menyelimuti Nuryandi bersama istri Nuning Srinanik mengetahui putra keduanya itu terpilih menjadi pasukan pengibar bendera di Istana Negara pada 17 Agustus 2019 nanti.

Keluarga sebelumnya tidak pernah menduga sang anak yang notabene siswa Kelas XI IPA2 SMA Negeri 1 Tanjung Selor bisa tembus ke Istana Negara.

Namun ketekukanan dan kegigihan Fahmi, membuahkan pencapaian nyata.

“Saya sebagai orangtuanya, sangat bangga. Karena bagaimana pun juga bahwa tidak semua anak remaja seumurannya bisa seperti itu. Dan saya yakin semua remaja mau mengibarkan bendera di Istana Negara,” kata Nuryandi kepada Tribunkaltim.co, Senin (5/8/2019) petang di kediamannya di Jalan Mangga, Komplek Perumahan BPD, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Berdasarkan penuturan Nuryandi dan Nuning Srinanik, Fahmi Nur Deskaruniawan memang ulet berlatih cara gerak jalan seorang petugas pengibar bendera.

Sebelum bergulirnya seleksi pada Februari 2019 kemarin, Fahmi kata orangtuanya, sering bertingkah agak ‘aneh’ di rumah.

“Dia sering gerak jalan sendiri di rumah, meniru langkah anak-anak Paskibraka, begitu. Dia juga membuka-buka Youtube lihat Paskibraka. Sampai kami ketawa-tawa melihat dia,” timpal sang ibunda, Nuning Srinanik yang berprofesi sebagai guru di SMK Negeri 1 Tanjung Selor.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved