Puluhan ABK KMN Fiat Samudra Terombang-ambing di Lautan Bebas 12 Jam, Terkini Sudah di Balikpapan

Terlihat jelas pada wajah ABK KMN Fiat Samudra tersebut tergambar raut yang gembira dan bersyukur telah berhasil selamat

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/fachmi rachman
SELAMAT - Petugas memeriksa dan menggali informasi dari beberapa ABK KMN Fiat Samudera 181 usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Manggar Baru, Balikpapan, Senin (5/8/2019). 11 ABK KMN Fiat Samudera 181 asal Bima, NTB tujuan Banjarmasin yang tenggelam di Perairan Selat Madura selamat setelah nelayan Manggar yang pulang melaut dari Bali ke Balikpapan menemukan dan menyelamatkan mereka pada Jumat (2/8/2019) dini hari. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 11 orang anak buah kapal (ABK) KMN Fiat Samudra berhasil selamat setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Pulau Sakalang, tepatnya di Selat Madura pada Jumat lalu (2/8/2019).

11 ABK tersebut di selamatkan oleh nelayan asal Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur yang kebetulan melintas dari perairan Bali menuju Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu dini hari (3/8/2019).

Saat ditemukan, para ABK tersebut sedang terombang - ambing di lautan bebas selama kurang lebih 12 jam lamanya.

Nelayan Manggar Balikpapan Timur bernama M. Bahar (54) yang menceritakan saat para ABK tersebut ditemukan sedang dalam kondisi menggigil di atas rakit.

Lantaran kedinginan akibat dibasahi air laut dan angin kencang ditambah lagi kala itu hari yang sedang malam.

"Tadinya saya mau melaut, cuman karena kondisi cuaca sedang buruk, akhirnya saya memutuskan untuk kembali, saat dalam perjalanan saya melihat semacam ada sinar cahaya pertanda orang membutuhkan bantuan," katanya kepada Tribunkaltim.co pada Senin (5/8/2019). 

"Saya sempat ragu untuk mendekat lanjutnya, takutnya orang jahat," tuturnya.

Tetapi dia beri kode ke mereka dan membalas.

"Kemudian saya mendekat dan bertanya kepada mereka," ujarnya. 

"Ada benda tajam gak ?. Tidak ada kata mereka," katanya lagi. 

Lalu saya merapat dan mendapati mereka sudah gemetaran sambil jongkok di atas rakit, saya bawa mereka ke Balikpapan lalu saya melaporkan ke Syahbandar," jelas pria paru baya warga Jl. Selili RT 43, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur.

Diketahui KMN Fiat Samudra tersebut berangkat dari Bima, NTB dengan membawa 220 ton garam serta 85 ton bawang merah menuju Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Namun saat pelayaran memasuki perairan selat Madura, tiba-tiba kapal kayu tersebut dihantam ombak setinggi kurang lebih 5 meter dan mengakibatkan kapal mereka terbalik di Pulau Sakalang berjarak 50 mil dari arah Timur.

Nahkoda KMN Fiat Samudra, Abdin (43) menceritakan kapal yang ia kemudian itu juga mengalami patah as ditengah laut sehingga kondisi kapal tidak bisa dikendalikan ditambah lagi kondisi cuaca sedang buruk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved