Bupati Berau: Kesetaraan Gender, Jangan Lupakan Peran Sebagai Istri dan Seorang Ibu

bisa memicu terjadinya perselingkuhan, keretakan rumah tangga yang berujung pada perceraian. Dan lagi-lagi anak yang akan menjadi korban

Bupati Berau: Kesetaraan Gender, Jangan Lupakan Peran Sebagai Istri dan Seorang Ibu
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Bupati Berau Muharram saat membuka kegiatan rapat koordinasi bidang pemberdayaan perempuan di Ruang Rapat Sangalaki, Sekretariat Pemkab Berau, Selasa (6/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram membuka kegiatan rapat koordinasi bidang pemberdayaan perempuan di Ruang Rapat Sangalaki, Sekretariat Pemkab Berau, Selasa (6/8/2019). Rapat ini mengusung tema kesetaraan gender untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan.

Menurut Bupati Berau Muharram, di Indonesia, termasuk di Kabupaten Berau, kesetaraan gender bukan lagi persoalan. Pasalnya, masyarakat sudah memahami makna dan tujuan kesetaraan gender.

Bupati Berau Muharram mengatakan, kesetaraan gender yang disalahartikan, justru bisa merusak keharmonisan bagi wanita yang berumah tangga.

Karena itu, Bupati Berau Muharram berharap para wanita, khususnya yang berkarir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak melupakan perannya sebagai seorang istri dan tetap mengutamakan urusan rumah tangga, sambil menjalankan amanah sebagai abdi negara.

"Ada wanita yang berkarir sebagai kepala dinas atau camat, tetap lah menjadi seorang istri dan seorang ibu. Jangan sampai renggang hubungan dengan suami, apalagi karena merasa karirnya lebih baik, kemudian meremehkan suaminya," tegas Bupati Berau Muharram.

Menurut Bupati Berau Muharram, peran sebagai istri apalagi seorang ibu tidak boleh dilupakan dan dilalaikan hanya karena mengejar kesetaraan dalam gender.

"Biaya (kerugian)nya terlalu besar kalau mengejar karir, kemudian mengabaikan keluarga. Anak jadi tidak diperhatikan," ujarnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, kata Bupati Berau Muharram, tidak menutup kemungkinan, anak-anak yang kurang perhatian terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, tindakan amoral bahkan kriminalitas.

Bupati Berau Muharram, disaksikan Gubernur Kaltim Isran Noor, menandatangani prasasti pembangunan tugu di Kampung Labanan Jaya dan Makmur dalam rangkaian kegiatan pembukaan Peda KTNA X Kaltim 2019 di Berau, Sabtu (20/7/2019).
ILUSTRASI; Bupati Berau Muharram, disaksikan Gubernur Kaltim Isran Noor, menandatangani prasasti pembangunan tugu di Kampung Labanan Jaya dan Makmur dalam rangkaian kegiatan pembukaan Peda KTNA X Kaltim 2019 di Berau, Sabtu (20/7/2019). (HUMASKAB BERAU)

Jika keharmonisan dalam rumah tangga renggang, kata Bupati Berau  Muharram, juga bisa memicu terjadinya perselingkuhan, keretakan rumah tangga yang berujung pada perceraian. Dan lagi-lagi anak yang akan menjadi korban.

"Di Dinas Pendidikan itu, ada dua pasangan selingkuh yang saya pecat. Mereka semua ada pasangannya. Yang perempuan ada suaminya, yang laki-laki juga ada istrinya. Jadi jangan sampai keliru mengartikan kesetaraan gender," imbuh Bupati Berau Muharram.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved