Breaking News:

Ibu Kota Baru

Jokowi Kembali Pastikan Ibukota RI Pindah ke Kalimantan, TGUP3 Ungkap Fakta Titik Ikat di Tahura

“Kan kita sudah menyerahkan data awal soal luasan lahan yang dipersiapkan untuk lokasi perpindahan pusat pemerintahan"

Penulis: Kholish Chered | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
Tanda silang oranye yang diduga patok pemetaan wilayah berkaitan dengan pemindahan ibu kota negara di Balikpapan ternyata adalah premark atau Ground Control Point (GCP) Badan Informasi Geospasial. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -  Anggota Tim Gubernur Untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3) Provinsi Kaltim, Zairin Zain, mengungkapkan fakta baru terkait 23 titik ikat yang dipasang di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.

Bila sebelumnya muncul beragam persepsi terkait kepentingan pemasangan titik ikat tersebut, Zairin mengungkapkan pemasangan tanda tersebut bukan sekadar untuk kepentingan foto udara. 

Titik ikat yang merupakan tanda silang besar berwarna orange dan dipagari oleh pembatas berupa safety line berwarna kuning hitam ternyata memiliki maksud lain.

Selain memudahkan tim geologi untuk mengambil gambar udara menggunakan drone dan pesawat terbang, titik ikat juga menandakan lokasi aman di suatu daerah.

Zairin mengungkapkan, pemasangan titik ikat itu menandakan bahwa lokasi tersebut aman dari bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan.

“Itu, titik ikat yang sudah Tribun Kaltim ekspose ternyata bukan hanya sebagai penanda untuk pengambilan foto udara saja. Melainkan, penanda, bahwa daerah itu aman dari bencana “ ujar pria yang baru saja pensiun dari jabatan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim ini.

Diketahuinya hal ini, setelah Zairin melakukan penelusuran cukup mendalam dari maksud dan tujuan pemasangan titik ikat tersebut.

Sebab, titik ikat itu mendapat perhatian cukup besar oleh masyarakat.

Selain itu pula, dibeberkan Zairin, titik ikat tersebut merupakan alat untuk mengukur kesesuaian lahan di sebuah daerah.

“Kan kita sudah menyerahkan data awal soal luasan lahan yang dipersiapkan untuk lokasi perpindahan pusat pemerintahan. Nah, tanda itu dipasang untuk melihat apakah data-data yang kita sampaikan sesuai dengan fakta di lapangan. Jadi, tim survey geologi datang untuk memastikan hal itu,” jelasnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved