Komplain Kartu Kredit Urutan Teratas, Bank Indonesia Sosialisasi Perlindungan Konsumen Balikpapan

Dipilih Kota Balikpapan karena Literasi keuangan financial masih rendah, sehingga bisa memenuhi kewajibwan otoritas sebagai perilindungan konsumen.

Komplain Kartu Kredit Urutan Teratas, Bank Indonesia Sosialisasi Perlindungan Konsumen Balikpapan
TribunKaltim.Co/Siti Zubaidah
Kepala Departemen UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Pusat Budi Hanoto di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Ada beberapa keluhan terbanyak yakni Kartu Kredit, Payment atau transfer dana.

"Banyak yang mengeluh," tegasnya lagi. 

Jasa pembayaran yang sering mengadu komplain yakni masalah kartu kredit, contohnya ada pembiayaan tambahan 2 persen atau 3 persen.

"Sebenarnya itu tidak boleh, harusnya konsumen mendapat perlindungan," ungkapnya.

Pertama melihat peran Bank Indonesia dulu dibidang sistem pembayaran, ada peran hal-hal lain mengatur konsumen dan penyelengara yang diawasi oleh Bank Indonesia.

"Sebetulnya ini sistem pembayaran, yang terkait dengan jasa sistem pembayaran, tentu sosialisasinya peran Bank Indonesia dibidang sistem pembayaran," katanya.

Kedua bentuk edukasinya, melihat sesuai dengan strategi nasional dan perlindungan konsumen, Bank Indonesia harus mengedukasi seluruh lapisan masyarakat.

"Targetnya disini edukasi materi di bidang perlindungan konsumen untuk peran tugas Bank Indonesia disistem pembayaran.

"Sistem pembayaran itu macem-macem mulai dari Payment, Kartu Kredit, Uang Elektronik dan lainnya," katanya.

"Oleh karena itu, kami memilih Balikpapan, dengan peserta dari OPD, Akademisi, Mahasiswa, Asosiasi Sistem Pembayaran dan Perbankan untuk kegiatan ini," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved