Komplain Kartu Kredit Urutan Teratas, Bank Indonesia Sosialisasi Perlindungan Konsumen Balikpapan

Dipilih Kota Balikpapan karena Literasi keuangan financial masih rendah, sehingga bisa memenuhi kewajibwan otoritas sebagai perilindungan konsumen.

Komplain Kartu Kredit Urutan Teratas, Bank Indonesia Sosialisasi Perlindungan Konsumen Balikpapan
TribunKaltim.Co/Siti Zubaidah
Kepala Departemen UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Pusat Budi Hanoto di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Agnes yang juga punya kesibukan membuka usaha kuliner 'Warung Julak' di kawasan Kampung Timur, merasa amat terganggu.

"Yang utang siapa, yang diteror siapa. Aku ini angkat telpon kira ada yang pesan nasi kuning julak, ternyata mereka. Jengkel juga," keluh Agnes.

Belakangan diketahui saat ia mencoba konfirmasi dengan rekannya yang melakukan peminjaman uang.

Ternyata pihak pemberi pinjaman memilih kontak tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitarnya.

Padahal rekannya yang meminjam berada di Jakarta, sementara dirinya di Balikpapan.

"Mereka kan dapat data peminjam, dari kontak telpon, email dan sebagaianya itu. Mungkin kedeteksi kontak saya. Dipilih saya, gak tahu juga kenapa, saya juga ndak pernah dapat pemberitahuan. Tiba-tiba main telpon," cetus Agnes.

Pinjaman Online dan Bahaya Hyperpersonal

Saking jengkelnya menerima telpon, istri dari awak media di Balikpapan ini pernah sekali mengancam pihak pemberi pinjaman itu ke polisi.

Lantaran sudah gerah dengan teror yang tak kunjung reda hampir tiap hari.

"Saya bilang gini, kalau bapak nelpon-nelpon terus. Sama saja ganggu saya ini. Saya bisa lapor ke polisi. Eh dia bilang, silakan aja bu lapor polisi, sekalian laporin teman ibu yang utang tapi belum dibayar," ujarnya menirukan percakapan beberapa waktu lalu.

193 Atlet Sepatu Roda Ikut Kejurnas dan Kejurda Bupati Kutim Cup 1 2019

Meski Dipenjara Tak Halangi Bagi Asri Borneo Berbisnis Narkoba, Kaki Tangannya Ditangkap di Bontang

Bahkan pihak pemberi pinjaman sampai mengetahui interaksi komunikasi melalui seluler terakhir antara Agnes dan rekannya.

Tentu saja hal itu makin membuat dirinya jengkel. Itu sama saja mengganggu hak privasi warga.

"Saya bilang ke mereka tak ada berhubungan lagi, orang dia (rekan) di Jakarta, saya di Balikpapan. Ada sore dia telpon, ibu jangan bohong, tadi pagi masih komunikasi, kan?

Mereka sebut jamnya, terus screen shot ke wa saya. Waduh, kok bisa pikir saya mereka tahu dan dapat data itu," ungkapnya. 

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved