Lelang Prakualifikasi Untuk Pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan, Ini Kata Astra Toll Road

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah membuka tahap prakualifikasi lelang pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan

Lelang Prakualifikasi Untuk Pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan, Ini Kata Astra Toll Road
IST
Maket jembatan tol PPU-Balikpapan melewati Teluk Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO-Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah membuka tahap prakualifikasi lelang pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan, yang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU).

Bahkan jembatan tol ini merupakan pertama yang dibangun di Kalimantan. Bahkan sejumlah perusahaan telah menyampaikan keinginan untuk mengikuti prakualifikasi lelang termasuk dari perusahaan asal China. 

Seperti dilansir dari Kompas.Com, CEO Toll Road Business Group Astra Infra Krist Ade Sudiyono menilai, untuk menarik minat investor membenamkan investasi di dalam negeri, pemerintah tidak cukup hanya menawarkan proyek jalan tol. Apalagi, bila yang ditawarkan adalah investor asing.

"Pengalaman saya, para investor luar negeri akan memutuskan terlebih dahulu strategi investasinya, apakah mereka mau menjadi investor langsung di proyek ataukah melalui pasar keuangan," kata Krist di Jakarta, pekan lalu.

Setidaknya, ada dua pendekatan dalam mekanisme investasi proyek, baik itu jalan tol maupun proyek infrastruktur secara umum. Pertama, mekanisme direct investment ke setiap proyek.

Artinya, investor menjadi pemegang saham di proyek tersebut melalui mekanisme jual beli atau akuisisi saham untuk proyek-proyek brown field, maupun mengikuti sejak awal proses tender proyek greenfield.

Kedua, melalui mekanisme pasar keuangan di secondary market untuk berbagai instrumen investasi yang dijual di bursa. Ini bisa berupa saham, bond, atau securities lainnya.

"Kedua mekanisme dan tipe investasi ini memiliki karakteristik investor dan tujuan investasi yang berbeda," sebut Krist. Direct investment cenderung disukai oleh long term investor.

Mereka ini bisa strategic investor maupun financial investor. Sebaliknya untuk mekaniske pasar keuangan tentu cocok bagi investor yang biasa bermain di pasar modal, pasar obligasi, dan instrument securities lainnya seperti reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), atau produk sekuritisasi lainnya.

"Khusus untuk direct investment, secara umum selain faktor kepastian berusaha dan tingkat mitigasi risiko atas berbagai kondisi lingkungan bisnis jalan tol di Indonesia, para investor luar negeri juga mencari reputable local partner yang akan bersama sama menjalankan bisnsis jalan tol yang dimasuki di Indonesia," papar Krist.

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved