Pengusaha Kepiting Balikpapan Ini Divonis Penjara 1,6 Tahun, Terdakwa dan Jaksa Ajukan Banding

Dikonfirmasi, Humas PN Balikpapan, Pujiono membenarkan bahwa pihak kuasa hukum terdakwa juga mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan hakim

Pengusaha Kepiting Balikpapan Ini Divonis Penjara 1,6 Tahun, Terdakwa dan Jaksa Ajukan Banding
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Petugas tengah memilah milah kepiting yang dilarang di perjualbelikan, di pelabuhan Samarinda, jalan Yos Sudarso, Samarinda, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rudy Lee (35), Pengusaha kepiting asal Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur telah divonis penjara 1,6 tahun oleh hakim di Pengadilan Negeri atau PN Balikpapan pada Selasa, (30/7/2019) lalu.

Hal ini terkait perkara penjualan kepiting ke luar negeri dalam hal ini mengekspor kepiting ke Singapura.

Namun sayangnya, vonis hakim tersebut nampaknya masih belum dapat diterima oleh kedua belah pihak, yakni dari terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Balikpapan

Sebelumnya, dari kubu JPU telah melakukan banding atas vonis tersebut.

Tapi, pada Senin (5/8/2019) kemarin, kuasa hukum terdakwa juga mengajukan banding atas vonis kepada terdakwa tersebut.

Dikonfirmasi, Humas PN Balikpapan, Pujiono membenarkan bahwa pihak kuasa hukum terdakwa juga mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan hakim kepada kliennya tersebut.

Ia menerangkan, pihak terdakwa beralasan bahwa vonis hukuman 1,6 tahun tersebut terlalu berat.

Sedangkan dari JPU sendiri melakukan banding karena menganggap vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa masih terlalu ringan.

"Jadi Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengajukan banding. Karena dianggap terlalu berat dna tidak sesuai dengan apa yang diperbust kliennya," ujarnya. Selasa (6/8/2019).

Pujiono menjelaskan, pihak ya saat ini tengah melengkapi berkas pengajuan banding tersebut.

Halaman
123
Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved