500 Hektar Lahan Mangrove di Kaltim Rusak, Tumbuhan Penyangga Pesisir Wajib Dilestarikan

Sudaryanto mengatakan, kerusakan mangrove yang terjadi di Kaltim tersebar di sejumlah daerah, tanpa terkecuali Bontang.

500 Hektar Lahan Mangrove di Kaltim Rusak, Tumbuhan Penyangga Pesisir Wajib Dilestarikan
TRIBUN KALTIM / ICHWAL SETIAWAN
Kepala BPDAS Mahakam-Berau, Sudaryanto, menjelaskan kondisi terkini mangrove di Kaltim. Tanaman mangrove menjadi tumbuhan penyangga di pesisir yang wajib dilestarikan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Balai Pemberdayaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam-Berau mencatat sekitar 500 hektar lahan mangrove di Kalimantan Timur rusak.

Kerusakan tanaman penyangga pesisir ini banyak disebabkan akibat ulah manusia.

Pengembangan kawasan pemukiman di pesisir membuat luasan mangrove terhimpit.

“Iya memang karena pemukiman,” ujar Kepala BPDAS Mahakam-Berau, Sudaryanto saat ditemui di sela-sela penanaman mangrove di Taman Mangrove Berbas Pantai, Rabu (7/8/2019).

Sudaryanto mengatakan, kerusakan mangrove yang terjadi di Kaltim tersebar di sejumlah daerah, tanpa terkecuali Bontang.

Ia mengatakan kondisi tanaman penyangga pesisir harus dilestarikan untuk keseimbangan lingkungan.

Menurutnya, mangrove menjadi benteng dari abrasi air laut.

Manfaat lain, mangrove menjadi pencegah proses infiltrasi air laut ke daratan.

“Bisa mencegah air laut masuk agar tak mencemari air di daratan,” ujarnya.

Lebih lanjut, melalu kegiatan gerakan penanaman mangrove diharapkan mampu memperbaharui tanaman mangrove yang rusak.

Sejatinya, kegiatan ini serentak diselenggarakan se-Indonesia sebagai peringatan hari konservasi alam nasional.

Desa Wisata Mentawir, Eksistensi Bekantan Pesona Mangrove dan Pesut Teluk Balikpapan

Kalimantan Timur Miliki Mangrove Terbesar di Indonesia, Begini Kondisinya Saat ini di Delta Mahakam

Susuri Kawasan Delta Mahakam dengan Kapal Wisata, Melihat Hutan Mangrove yang Mengalami Degradasi

Untuk Kaltim, peringatan hari konservasi alam ini dipusatkan di Kota Bontang.

Turut hadir pada kegiatan ini, istri Gubernur Kaltim Nor Baiti, perwakilan Kodam VI Mulawarman, Korem 091 Aji Surya Natakusumah, serta stakeholder terkait. (*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved