Pemilihan Ibukota Mengerucut di Kalimantan, Presiden Jokowi Minta Ketersediaan Air Dikaji

Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas mengenai, Pemindahan Ibukota,

Pemilihan Ibukota Mengerucut di Kalimantan, Presiden Jokowi Minta Ketersediaan Air Dikaji
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
PENANDA GEOSPASIAL - Sebuah penanda milik Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia berada di kawasan RT 5 Kampung Sinjai, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Rabu (31/7). Penanda untuk foto udara yang biasa digunakan BIG RI untuk pemetaan sebuah kawasan ini sempat diyakini oleh warga kawasan tersebut sebagai patok wilayah pembangunan Pusat Pemerintah RI yang akan diputuskan oleh Presiden Jokowi pada Agustus mendatang 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf  Kalla memimpin rapat terbatas mengenai, pemindahan ibu kota, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/8/2019) lalu.

Dalam video yang dibagikan facebook Setkab RI, Presiden Jokowi berbicara selama 4 menit dan 19  detik. Ia menjelaskan mengenai pemindahan ibukota ini.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa, rapat terbatas ini merupakan yang kedua dilaksanakan untuk membahas mengenai pemindahan ibukota negara.

Ia mengatakan, setelah di lapangan dan  mendapatkan beberapa kajian, meski belum selesai 100 persen, maka sudah mengerucut dan pilihan sudah jelas  bahwa ibukota Negara akan dipindahkan ke Kalimantan.

"Provinsi dimana, ini nanti akan dikaji lagi.

Banyak polihan setelah Bappenas, PU ke Kalteng, Kaltim dan Kalsel dan nanti akan dipaparkan secara detail dan akan diputuskan sekali lagi dengan kajian-kajian mengenai kebencanaan, banjir, gempa bumi dan kajian daya dukung," kata Jokowi.

TINJAU TAHURA - Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Sejumlah Menteri, Pejabat Pemprov dan Bupati Kukar  melihat peta lokasi Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Selasa (7/5). Kedatangan Presiden Joko Widodo beserta rombongan untuk melihat lahan yang ditawarkan Pemprov Kaltim sebagai lokasi Ibukota Negara yang baru. 
(TribunKaltim.co/FACHMI RACHMAN)
TINJAU TAHURA - Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Sejumlah Menteri, Pejabat Pemprov dan Bupati Kukar melihat peta lokasi Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Selasa (7/5). Kedatangan Presiden Joko Widodo beserta rombongan untuk melihat lahan yang ditawarkan Pemprov Kaltim sebagai lokasi Ibukota Negara yang baru. (TribunKaltim.co/FACHMI RACHMAN) (TribunKaltim.co / Fachmi Rahman)

Kajian daya dukung lanjutnya, adalah mengenai lingkungan dan ketersediaan air, infrastruktur ekonomi dan sisi geografis. Selain itu, juga sisi politik pertahanan dan keamanan. Bahkan akan dilihat lebih detail lagi sehingga keputusan yang akan diambi nanti adalah keputusan yang benar dan visi ke depan.

"Kita putusan nanti bukan sebagai kepala pemerintahan tapi kepala negara. Saya juga meminta pemindahan ibukota negara lain  dipelajari mengenai faktor yang menjadi hambatan, sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin dan faktor kunci keberhasilan kita adopsi.

Terakhir siapkan mulai sekarang skema pembiayaan dari APBN dan non APBN, dan desai kelembagaan diberi otoritas dan paling penting adalah payung hukum dan aturan mengenai pemindahan ini," tegasnya.

Beda Dengan Jakarta

Halaman
1234
Penulis: Samir Paturusi
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved