Pesisir PPU Dibayangi Abrasi, Penanganan Bisa Dilakukan Dalam Status Siaga Darurat

Diakui Andi Dahrul, penanganan abrasi terakhir dilakukan dua tahun silam pada sebagian wilayah pesisir Api-Api hingga Sesulu.

Pesisir PPU Dibayangi Abrasi, Penanganan Bisa Dilakukan Dalam Status Siaga Darurat
TRIBUN KALTIM / HERIANI AM
Kepala BPBD PPU, Andi Dahrul 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang memiliki bentang garis pantai yang cukup panjang, sekira 272 kilometer, masih dibayang-bayangi abrasi.

Setiap tahunnya, gelombang besar terus mengancam wilayah pesisir pantai, utamanya diwaktu-waktu seperti ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Andi Dahrul mengatakan beberapa titik abrasi yang cukup parah di Kecamatan Penajam berada di kawasan Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah, Kampung Baru, Nipah-Nipah dan Sungai Parit, serta wilayah pesisir lainnya.

Di Kecamatan Sepaku, abrasi mengancam sekitaran Pantai Mentawir, ratusan lahan tambak di Babulu Laut Kecamatan Babulu serta wilayah Sesulu dan Api-Api pada Kecamatan Waru yang sebagian telah ditangani tahun 2017 dengan dibangun tanggul atau brojong menggunakan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau digabungkan beberapa titik abrasi tersebut, kurang lebih enam kilometer wilayah yang terkena abrasi," katanya, Rabu (7/8/2019).

Diakui Andi Dahrul, penanganan abrasi terakhir dilakukan dua tahun silam pada sebagian wilayah pesisir Api-Api hingga Sesulu.

Pihaknya telah menghitung estimasi anggaran untuk penanganan abrasi di sekitaran Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah yang dinilai cukup riskan.

Namun, untuk penanganan, harus berpedoman dengan ketentuan yang berlaku.

"Perkiraaan sementara, penanganan abrasi di Pantai Corong sekira Rp35 miliar. Sementara penuntasan penanganan abrasi di Api-Api dan Sesulu masih membutuhkan anggaran sebesar Rp6 miliar. Namun belum termasuk titik abrasi lain," terangnya.

BPBD akan melakukan penanganan abrasi, jika telah ada status siaga darurat dari Pemerintah Daerah.

Bercermin dari penanganan abrasi di Desa Api-Api hingga Sesulu, pengajuan bantuan karena adanya gejolak masyarakat.

Tahun ini, walau abrasi tetap ada, namun situasinya masih tenang. Sehingga belum bisa ditetapkan sebagai status darurat siaga.

Abrasi Landa Permukiman, Tentara di Perbatasan RI-Malaysia Tanam 650 Mangrove

Gubernur Izinkan Reklamasi untuk Coastal Road, Masyarakat Pesisir Justru Khawatir Abrasi

"Status itu tidak semudah itu kami tetapkan, harus ada pengantar dari RT, Desa/Kelurahan naik ke tingkat Kecamatan lalu bermuara di Kabupaten. Status pendukung juga didapat dari Polres dan Kodim," tandasnya. (*)

Penulis: Heriani AM
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved