Sosok Michael Schumacher Disebut Hadir Dalam Kemenangan Sang Anak di Formula 2
Kemenangan perdana Mick Schumacher pada balapan Formula 2 sangat berkesan hingga sosok legendaris Michael Schumacher disebut hadir dalam selebrasi
TRIBUNKALTIM.CO - Kemenangan pebalap Jerman Mick Schumacher pada balapan Formula 2 (F2) GP Hungaria 2019, akhir pekan lalu menyisakan cerita tersendiri.
Sebab kemenangan itu diraih Mick Schumacher yang merupakan putra dari pebalap F1 legendaris Michael Schumacher di sirkuit Hungaroring, Minggu (4/8/2019).
Apalagi ini jadi kemenangan Formula 2 perdana Mick Schumacher pada sprint race sirkuit Hongaroring.
Saking emosionalnya kemenangan Mick Schumacher, hingga membuat Direktur Pelaksana Formula 1 (F1) Ross Brawn terkenang sosok Michael Schumacher, yang tak lain ayah Mick.
Bahkan Ross Brawn menyebut ada sosok Michael Schumacher pada selebrasi kemenangan Mick Schumacher di Formula 2.
Pebalap Prema Racing, Mick Schumacher naik ke podium kampiun setelah mengalahkan Nobuharu Matsushita dari tim Carlin.
Selain disaksikan ibu, nenek, dan saudara perempuannya, selebrasi kemenangan Mick Schumacher di podium turut disaksikan oleh bos Ferrari, Mattia Binotto, dan sang manajer, Sabine Kehm.
Sementara itu, Ross Brawn menyaksikan momen bersejarah dalam karier balap Mick Schumacher tersebut di tempat lain.
Namun, Ross Brawn mengaku ikut merasa emosional.
"Saya tidak ada di trek, tetapi melihat dia (Mick) mengangkat tangannya ke udara adalah momen emosional.
Saya tidak bisa membantah hal itu mengingatkan saya kepada ayahnya, Michael Schumacher," ucap Brawn, dilansir BolaSport.com dari Motorsport.
"Mick Schumacher harus berjuang untuk meraih kemenangan dan menghindari membuat kesalahan saat dia selalu dikuntit Nobuharu Matsushita," kata Ross Brawn.
"Kemenangan ini datang setelah ketidakberuntungan yang dialami Mick Schumacher pada paruh pertama tahun ini dan hasil ini akan memberi dia kepercayaan diri lebih terhadap kemampuannya," tutur Brawn lagi.
Argumen Ross Brawn terhadap perjalanan karier balap Mick Schumacher pada musim kompetisi F2 2019 memang tidak berlebihan.
Sebelum tampil di Hungaroring, pencapaian terbaik Mick Schumacher adalah finish ke-4 pada sprint race GP Austria 2019.
Mick Schumacher bahkan tercatat sudah tiga kali gagal mencapai garis finis.
Dia retired pada feature race di Sirkuit Baku, Azerbaijan, serta feature race dan sprint race pada GP Prancis.
Hingga seri balap di Hungaria, Mick Schumacher sudah mengumpulkan 45 poin.
Jumlah poin ini menempatkan Mick Schumacher di peringkat ke-11.
Sempat jajal mobil legendaris sang ayah
Mick Schumacher akui menikmati sensasi mengendarai Ferrari F2004 dalam special demo run pertamanya di Hockenheimring, Sabtu (27/7/2019).
Mick Schumacher mengendarai mobil yang dipakai ayahnya ketika menjuarai F1 musim 2004 tersebut sebelum sesi kualifikasi GP Jerman dimulai.
Dikutip Bolasport.com dari Crash.net, putra legenda Formula 1 (F1) Michael Schumacher tersebut menilai momennya mengendarai Ferrari F2004 sebagai "pengalaman yang mengagumkan."
F2004 merupakan mobil legendari, yang membantu Schumi - panggilan Michael Schumacher - memenangi 13 seri balapan pada musim 2004 dan meraih gelar juara dunia terakhirnya.
F2004 juga dikenang sebagai salah satu mobil tercepat dalam sejarah balapan F1.
Kesempatan langka ini didapatkan Mick Schumacher setelah seorang kolektor asal Spanyol memperbolehkan dua buah mobil F2004 ini dibawa ke GP Jerman.
"Sungguh hebat," ujar Mick Schumacher setelah menyelesaikan tugasnya.
"Sangat mengagumkan untuk bisa mengendarai mobil ini."
"Saya tidak pernah berhenti menebar senyum selama mengendarai mobil ayah saya. Ini sangat keren!"
Mick Schumacher juga berujar bahwa menunggu di pit sebelum memulai demo run adalah pengalaman yang sangat menyiksa.
"Saya hanya ingin keluar dan mengendarai mobil ini."
Pengalaman mengendarai F2004 ini merupakan kali kedua Mick Schumacher mengendarai mobil ayahnya.
Pada tahun 2017, Mick Schumacher pernah mengemudikan 1994 Benetton B194 di Spanyol.
Pada tahun ini Mick Schumacher juga diberi kesempatan menjajal SF90 yang digunakan tim Ferrari sepanjang musim kompetisi 2019 di Bahrain.
"Saya merasa sangat beruntung bisa menjajal mobil dari tahun 1994, 2004, dan 2019," lanjut Mick Schumacher.
"Secara umum, saya merasa ada perkembangan sangat besar dari mobil tahun 1994, 2004, dan kemudian sekarang."
"Namun, saya sangat menikmati raungan mesin V10 yang digunakan di F2004."
(*)
Baca Juga:
Kondisi Legenda F1 Michael Schumacher Sudah Membaik, Sempat Menonton TV Bersama Presiden FIA
Putra Legenda F1 Michael Schumacher Nikmati Momen Membalap di Atas Ferrari F2004
Mick Schumacher Bersiap Kemudikan Mobil Sang Ayah F2004 di F1 Hockenheim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mick-schumacher-dan-michael-schumacher.jpg)