Arief Poyuono Minta Presiden Jokowi Pecat Semua Direksi PLN, Sampai Ancam Pidanakan

Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono geram terhadap jajaran direksi PLN sampai-sampai meminta kepada Presiden Jokowi untuk pecat

Arief Poyuono Minta Presiden Jokowi Pecat Semua Direksi PLN, Sampai Ancam Pidanakan
Twitter @TRANS7
Arief Poyuono Minta Presiden Jokowi Pecat Semua Direksi PLN, Sampai Ancam Pidanakan 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono geram terhadap jajaran direksi PLN sampai-sampai meminta kepada Presiden Jokowi untuk memecatnya.

Hal itu diutarakan Arief Poyuono dalam acara Mata Najwa yang membahas "Hidup Mati Listrik", yang tayang di Trans7, Rabu (7/8/2019) malam.

Kekesalan Arief Poyuono ini bermula lantaran jajaran direksi PLN tak satupun hadir di studio Mata Najwa.

Host Mata Najwa, Najwa Shihab, awalnya menginfokan bahwa pejabat PLN sebelumnya sudah mengkonfirmasi hadir di Mata Najwa, tapi kemudian membatalkan tanpa alasan dan menolak mengirimkan perwakilan.

Mendengar hal itu, Arief Poyuono langsung meluapkan kekesalannya saat mendapat giliran bicara.

"Tidak hadirnya direksi PLN atau perwakilannya adalah bentuk rasa tidak punya tanggung jawab kepada publik. Seharusnya media ini bisa digunakan untuk menjelaskan kepada publlik apa yang terjadi, sehingga terjadi pemadaman listrik di setengah pulau Jawa. Ini bencana ekonomi lho," kata Arief.

Awalnya Senyum & Antusias, Plt Dirut PLN Langsung Tertunduk Ketika Karni Ilyas Singgung Soal Nyawa

Pengamat Energi, Sebut Jokowi Tak Pantas Marah kepada PLN Karena Punya Andil pada Padamnya Listrik

Pohon Sengon pun Jadi Korban Satire Rocky Gerung, Sebut PLN Plonga Plogo Karena Listrik Padam

Politisi Partai Gerindra itu menilai wajar jika Presiden Jokowi marah karena direksi-direksi PLN tidak punya rasa tanggung jawab.

"Kenapa tidak bisa hadir, jelaskan dong kepada masyarakat. Kalau memang blackout, blackoutnya benar enggak pohon sengon penyebabnya?," ujar Arief.

Arief Poyuono merasa heran, pembangkit listrik di lokasi berbeda tiba-tiba rusak bersamaan.

"Masa pembangkit mati lima-limanya di Surabaya. Masa di tempat berbeda antara Ungaran sama Pemalang rusak, lah ini apa-apaan?" katanya.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved