Belum Ada Penyegaran Selama 3 Tahun, Toyota Sienta Kurang Diminati

Tapi jangan harap bisa jualan seperti saat launching pertama kali di atas 1.000-2.000 unit. Terus kemudian 1.000 unit turun ke angka ratusan. Kenapa?

Belum Ada Penyegaran Selama 3 Tahun, Toyota Sienta Kurang Diminati
(NMAA)
Toyota Sienta hasil modifikasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Saat dilanching, penjualan Toyota Sienta mencapai 1.000 sampai 2.000 unit.

Kemudian terus menurun hingga 1.000 unit, terus ke angka ratusan. Kini hanya menyentuh angka 200 unit.

Dilansir dari Kompas.com, penjualan Toyota Sienta terus turun sejak meluncur pada 2016 silam. Jika pada Juni 2019 pengiriman ke diler mencapai 300-an unit kini penjualannya cukup menyentuh 200-an unit.

Executive GM TAM Franciscus Soerjopranoto, mengatakan, penjualan Toyota Sienta sedang dalam fase penyembuhan, dia percaya Sienta bisa bertahan karena Toyota kuat di layanan purnajual.

"Tapi jangan berharap bisa jualan seperti saat launching pertama kali di atas 1.000-2.000 unit. Terus kemudian 1.000 unit turun ke angka ratusan. Kenapa? kita mesti tahu dulu kok bisa turun menerus," kata Executive GM TAM Franciscus Soerjopranoto di Jakarta, Selasa (6/8/2019)

Executive GM TAM Franciscus Soerjopranoto mengatakan, saat pertama hadir pada 2016, Toyota Sienta diposting untuk masuk di segmen yang sama dengan Honda Freed. Namun ketika Honda Freed menyerah, saat ini hanya Toyota Sienta yang hadir di segmen Multi Activity Car (MAC).

Toyota Kijang Buaya, Avanza Veloz, dan Sienta, ditemani mobil pendukung Avanza Veloz dan Kijang Innova, menempuh perjalanan 8.000 km dari Jakarta-Timor Leste dalam touring Beyond Beautiful Indonesia.

Toyota Kijang Buaya, Avanza Veloz, dan Sienta, ditemani mobil pendukung Avanza Veloz dan Kijang Innova, menempuh perjalanan 8.000 km dari Jakarta-Timor Leste dalam touring Beyond Beautiful Indonesia. Perjalanan ini dilakukan oleh Veloz Community (Velozity), Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), dan Toyota Sienta Community Indonesia (Tosca).
Toyota Kijang Buaya, Avanza Veloz, dan Sienta, ditemani mobil pendukung Avanza Veloz dan Kijang Innova, menempuh perjalanan 8.000 km dari Jakarta-Timor Leste dalam touring Beyond Beautiful Indonesia. Perjalanan ini dilakukan oleh Veloz Community (Velozity), Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), dan Toyota Sienta Community Indonesia (Tosca). ((Dok. Velozity))

Executive GM TAM Franciscus Soerjopranoto menerangkan, Sienta pada dasarnya ialah mobil kota kendati bentuknya masuk ke ranah Multi Purpose Vehicle (MPV). Karena pengguna Sienta banyak di kota besar, pola konsumennya berbeda dengan Avanza atau Rush.

"Dengan kata lain memang kalau kendaraan city car beda kelas dengan MPV, SUV, Avanza Innova dan Rush, sebab dipakainya sampai ke luar kota, jadi market itu lebih besar, kalau ini (Sienta) karena marketnya kecil," kata Executive GM TAM Franciscus Soerjopranoto.

Selain pola konsumen yang berbeda, Executive GM TAM Franciscus Soerjopranoto mengatakan secara tersirat bahwa salah satu penurunan minat pada Sienta yaitu karena model ini belum mengalami penyegaran selama tiga tahun sejak peluncuran.

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved