Grace Natalie Pimpin Parpol, Dosen di La Trobe University Sebut Partai Mapan Merasa Digoyang PSI 

Dina Afriyanti, dosen di La Trobe University, Sydney, mengatakan, dengan memiliki ketua umum parpol perempuan membuktikan Indonesia maju berpikir.

Grace Natalie Pimpin Parpol, Dosen di La Trobe University Sebut Partai Mapan Merasa Digoyang PSI 
twitter/psi_id
Grace Natalie Deklarasikan Kekalahan, PSI: Sejak Awal Tujuan Kami Bukan Berkuasa 

TRIBUNKALTIM.CO, AUSTRALIA - Sepak terjang politisi Grace Natalie kali ini belum redup, wanita yang mantan jurnalis ini pun diundang dalam kegiatan seminar di Australia. 

Di dalam Pemilu 2019, Partai Solidaritas Indonesia atau PSI tak masuk dalam ambang batas ketentuan di parlemen tentu saja hal ini membuat PSI tak memiliki perwakilan parlemen di pusat hanya mengisi di berbagai daerah saja, kabupaten kota. 

Meskipun begitu, Grace Natalie saat ini masih menunjukan kiprahnya. 

Mengutip dari psi.id, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, diundang menjadi pembicara dalam “The 2019 Indonesian Elections: Electoral Accountibilty and Democratic Quality di University of Melbourne.”

Kegiatan ini berlangsung dari 6 sampai 7 Agustus 2019.

Nah, Grace Natalie menjadi pembicara pembuka pada hari pertama, Selasa 6 Agustus 2019.

Tentu saja Grace Natalie diminta berbicara tentang “The Future of Democracy in Indonesia.”

Kali ini Grace Natalie menyampaikan materi berjudul “Defending Democracy.”

Menurutnya, Pemilu 2019 memiliki tantangan tersendiri karena maraknya hoax dan naiknya politik identitas.

Namun, Grace Natalie yakin bahwa Indonesia 5 tahun mendatang akan semakin baik karena Jokowi terpilih kembali sebagai presiden Indonesia.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved