Grace Natalie Pimpin Parpol, Dosen di La Trobe University Sebut Partai Mapan Merasa Digoyang PSI 

Dina Afriyanti, dosen di La Trobe University, Sydney, mengatakan, dengan memiliki ketua umum parpol perempuan membuktikan Indonesia maju berpikir.

Grace Natalie Pimpin Parpol, Dosen di La Trobe University Sebut Partai Mapan Merasa Digoyang PSI 
twitter/psi_id
Grace Natalie Deklarasikan Kekalahan, PSI: Sejak Awal Tujuan Kami Bukan Berkuasa 

Atas undangan ini Grace Natalie mengaku senang karena, dari kalangan parpol di Indonesia, hanya PSI.

Sementara, para pembicara berasal dari para akademisi universitas terbaik di Indonesia dan di Australia.

Tragedi Grace Natalie Partai Solidaritas Indonesia, Tragedi bagi Demokrasi?

“Tentu ini menjadi suatu kehormatan bagi PSI karena nilai dasar perjuangan kami diterima di institusi pendidikan dan telah sampai di negeri Kanguru. Ini menambah semangat kami untuk berjuang memenangkan Pemilu 2024,” tutur Grace Natalie.

Dua pembicara lain juga mengapresiasi PSI.

Robertus Robert, dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan CILIS Melbourne Law School, mengatakan banyak partai politik yang tidak sesuai antara ideologi dengan kebijakan-kebijakan di lapangan.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, diundang menjadi pembicara dalam “The 2019 Indonesian Elections: Electoral Accountibilty and Democratic Quality di University of Melbourne.”
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, diundang menjadi pembicara dalam “The 2019 Indonesian Elections: Electoral Accountibilty and Democratic Quality di University of Melbourne.” (PSI.id)

“Nah, PSI partai yang menjunjung nilai solidaritas. Saya berterima kasih karena PSI mendukung saya saat terkena dugaan melanggar kasus UU ITE,” kata Robet.

Sementara itu, Dina Afriyanti, dosen di La Trobe University, Sydney, mengatakan, dengan memiliki ketua umum parpol perempuan membuktikan Indonesia maju dalam berpikir.

“Kita punya masalah dengan toleransi tapi ada masa depan seperti yang PSI perjuangkan," ujarnya. 

Seharusnya semua parpol seperti itu. 

Partai yang sudah mapan pasti merasa “digoyang” oleh PSI.

"PSI adalah partai potensial, memiliki masa depan cerah. Juga PSI satu-satunya parpol yang peduli dengan kaum disabilitas,” ujarnya.

Diselenggarakan Asia Institute, dengan bantuan Indonesian Democracy Hallmark Research Initiative (IDeHari), forum ini dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi, peneliti, dosen, dan para jurnalis.

(Tribunkaltim.co/BudiSusilo)

Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved