Kuliner

Kelezatan Gangan Asem Haruan Banjar Suguhan Hotel Novotel Ibis Balikpapan, Kuah yang Gurih

Arul menjelaskan, Accor mempunyai program mengangkat makanan khas daerah. Balikpapan nanti tiga bulan akan mengangkat menu khas dari Balikpapan.

Kelezatan Gangan Asem Haruan Banjar Suguhan Hotel Novotel Ibis Balikpapan, Kuah yang Gurih
TribunKaltim.Co/Siti Zubaidah
Gangan Asem Haruan Banjar merupakan asal Banjarmasin. 

TRIBUNKALTI.COBALIKPAPAN - Perjalanan kuliner dihadirkan oleh Accor Hotel lewat Culinary Journey, sebuah program yang digelar sepajang tahun dan menampilkan keragaman sajian masakan serta cita rasa unik hasil olahan para tim kuliner lebih dari 120 restoran hotel di Indonesia.

Khusus di wilayah Kalimantan, Gangan Asem Haruan, Banjar dihadirkan sebagai menu kedua dalam Culinary Journey kali ini di Hotel Novotel Ibis Balikpapan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Kamis (8/8/2019)

Gangan Asem Haruan Banjar, merupakan menu tradisional khas suku Banjar ini. Gangan dalam bahasa Banjar mempunyai arti kuah.

Dengan begitu makanan ini mempunyai tekstur makanan yang memiliki kuah atau bisa dijadikan makanan pembuka seperti sup ataupun makanan utamanya.

Menu ini disajikan dengan kuah yang sangat identik berwarna kuning dengan citarasa, asam, gurih dan segar.

Paduan rasa asam dan pedas yang didapat dari tomat, air asem, jeruk nipis dan kunyit dipadukan dengan Ikan Haruan atau dikenal dengan Ikan Gabus.

Ikan ini merupakan jenis ikan tawar yang populer khususnya di daerah Kalimantan. Ikan ini sendiri sangat digemari sebagian orang, dan memiliki daging yang tebal dan rasa yang khas.

Dwi Sulistyo, Executive Chef Novotel mengatakan dipilihnya Gangan Asem Haruan Banjar karena masyarakat Banjar menyebutnya itu ikan haruan, umumnya disebut ikan Gabus.

Dwi mengatakan, haruan ini masakan favorit masyarakat Banjar, bahkan menu makanan nasi kuning pakai haruan. Menanggangkat tematik masakan tradisional untuk promosi.

"Gangan sendiri, adalah kuah. Jadi masakan tersebut sangat berkuah, ada sayuran didalamnya. Identik dengan sup, tapi bisa dijadikan lauk juga," kata Dwi.

Halaman
12
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved