Pekerja Perusahaan Sawit Demo, Masalah Ketenagakerjaan dan Hak Normatif Jadi Tuntutan

Kali ini terjadi di kawasan Kantor Pabrik Kelapa Sawit PT Fairco Agro Mandiri di Kecamatan Kaliorang, Kamis (8/8), mulai pukul 6.30 pagi.

Pekerja Perusahaan Sawit Demo, Masalah  Ketenagakerjaan dan Hak Normatif Jadi Tuntutan
TribunKaltim.CO/HO/Polres Kutim
Aksi unjuk rasa ratusan pekerja PT FAM yang menuntut pemenuhan kesejahteraan dan hak normatif pekerja 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Aksi unjuk rasa dan mogok kerja kembali mewarnai perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Kali ini terjadi di kawasan Kantor Pabrik Kelapa Sawit PT Fairco Agro Mandiri di Kecamatan Kaliorang, Kamis (8/8), mulai pukul 6.30 pagi.

Aksi para pekerja yang berjumlah sekitar 150 orang ini sontak membuat operasional perusahaan terhenti. Pada perusahaan mereka menuntut penyelesaian masalah ketenagakerjaan dan hak normatif yang tak dipenuhi perusahaan.

Dalam orasinya, Ketua SBSI Kabupaten Kutai Timur, Bernadus Andre, menuntut hak tentang kartu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, pola waktu kerja, upah yang masih di bawah standar UMK/proporsi, status pekerja yang terus menerus merupakan Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT),

biaya perobatan yang dibayar sendiri oleh karyawan, penetapan tanggal pembayaran gaji serta izin sakit yang berimbas pada upah.

Sekitar pukul 10.00 pagi, manajemen perusahaan diwakili Hadi Sunardi, melakukan pertemuan dengan para pekerja, didampingi aparat Kepolisian dan Koramil Bengalon.

Hasilnya, perusahaan bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan dan pesangon. Tuntutan para pekerja agar mempekerjakan Gosper Hallah di posisi panen juga dituruti. Pelanggaran yang dilakukan pekerja, akan diberi sanksi bertahap, mulai surat teguran dan surat peringatan.

“Penggajian juga ditetapkan, tanggal 14, 15 atau 16 setiap bulannya. Bahkan karyawan juga diminta kroscek data gaji masing-masing dan perusahaan pun berjanji tidak membayar upah di bawah UMK,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan.

Pasca pertemuan yang berlangsung kondusif, para pekerja pun kembali ke rumah masing-masing dan operasional perusahaan kembali normal.(*)

Baca Juga

Pelabuhan Sangatta Kutai Timur Belum Bisa Dioperasikan, Jalan Penghubung Kini Ditangani Pemkab Kutim

Rusini Dilantik Menjadi Ketua DPD AGPAII Kutim, Bertekad Jadikan Anggota AGPAII Guru Profesional

Peringati Hari Batik Nasional, 80 Perwakilan Istri ASN Ikut Workshop Batik Kutim

Busana Jas dan Pin Emas Bagi Anggota DPRD Kutim Periode 2019-2024 Dianggarkan Rp 400 Juta

Camat Lapor Proyek Multi Years Mangkrak Ditinggal Kontraktor, Begini Respons Wabup Kutim

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved