Terungkapnya Pembuat SIM Palsu di Balikpapan, Begini Cara Bedakan SIM Asli dan Palsu

Adanya penangkapan pelaku pembuat SIM palsu di Polsek Balikpapan Utara ditanggapi serius Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim

Terungkapnya  Pembuat SIM Palsu di Balikpapan, Begini Cara Bedakan SIM Asli dan Palsu
TribunKaltim.Co/Aris Joni
Kasubit Regident Kompol Welly DJ 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Adanya penangkapan pelaku pembuat SIM palsu di Polsek Balikpapan Utara ditanggapi serius Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim. Pasalnya, pada SIM palsu tersebut tertulis yang mengeluarkan SIM tersebut adalah Dirlantas Polda Balikpapan.

Untuk itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kaltim Kombes Pol Eddy Djunaedi melalui Kasubit Regident Kompol Welly DJ mengklarifikasi perihal wewenang penerbitan SIM oleh Kepolisian.

Ia menjelaskan, Ditlantas Polda Kaltim tidak pernah menerbitkan SIM kepada warga, yang berhak menerbutkan SIM adalah Polres di kabupaten/kota.

"Yang punya hak mengeluarkan SIM itu Polres dengan ditandatangani Kapolres setempat. Bukan Ditlantas Polda Kaltim, apalagi tulisannya Dirlantas Polda Balikpapan, sudah kelihatan sekali palsunya," ujarnya. Kamis (8/8/2019).

Dirinya mengatakan, terdapat beberapa cara membedakan antara SIM asli dan SIM palsu, diantaranya jika yang asli, di SIM  terdapat hologram dan hologram itu tidak dapat dipalsukan.

Kemudian, penerbitan SIM hanya di tanda tangani oleh Kapolres setempat di kabupaten/kota, terdapat tanda di nomor register SIM pengeluaran dari daerah masing-masing dan SIM asli masa berlaku SIMnya sesuai tanggal lahir pemohon.

"Selanjutnya, petugas di lapangan juga harus jeli melihat saat melakukan pengecekkan SIM," pintanya.

Atas kejadian tersebut, Welly mengimbau seluruh Satlantas di Polres masing-masing untuk dapat lebih mengawasi dan menjaga agar tidak ada bermunculan oknum-oknum pembuat SIM palsu.

Bahkan dirinya juga meminta masyarakat agar tidak tergiur kepada oknum calo yang menawarkan pembuatan SIM secara cepat dan mudah dengan menarik harga tinggi.

"Harus lewat Kepolisian kalau mau buat SIM, jangan mau pakai cara instan. Jangan tergiur dengan calo yang menawarkan kemudahan dengan harga tinggi untuk membuat SIM," imbaunya.

Diketahui, Sesuai dengan Pasal 77 ayat 1 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Pasalnya, SIM merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.(*)

Baca Juga

Pembuat SIM Palsu di Balikpapan Tertangkap, Sebulan Membuat 9 SIM Palsu, Segini Tarifnya

Lirik Lagu NOAH Kau Udara Bagiku, Rilis Hari Ini, Kisah Romantisme Manusia, Simak di Sini

Smartwatch Samsung Watch Active, Simak Spesifikasinya, Bisa Deteksi Kalori Tubuh yang Terbakar

Dinilai Buat Postingan Tak Baik Tentang Mbah Moen, Oknum Wartawan Dipolisikan

Usai Laporkan Hotman Paris, Farhat Abbas Juga Mau Laporkan Pejabat Polisi, Sebut Merasa Dizholimi

Penulis: Aris Joni
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved