Warga Diserahkan Serangga Tomcat, Dinas Pertanian Samarinda Mengaku Tak bisa Membasmi

Serangan serangga tomcat atau semut semai menyerang sejumlah warga di Kota Samarinda.

Warga Diserahkan Serangga Tomcat, Dinas Pertanian Samarinda Mengaku Tak bisa Membasmi
TribunKaltim.CO/Cahyo Wicaksono Putro
Sejumlah warga Samarinda diserang serangga tomcat 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Serangan serangga tomcat atau semut semai menyerang sejumlah  warga di Kota Samarinda. Untuk itu, Dinas Pertanian tak memiliki alat untuk membasmi serangga jenis tersebut. 

Kepala Dinas Pertanian Kota Samarinda, Ari Yaser  menyebut serangga tomcat adalah teman petani yang memangsa hama padi dan tidak menyerang warga.

Namun  apabila ada  warga yang diserang  maka pihaknya tidak dapat menindak untuk melakukan pembasmian, karena tidak memiliki alat. Dan menurut data yang mereka miliki jika serangga itu hanya akan menyerang pertanian atau perekebunan saja. 

"Kami  baru menerima laporan adanya warga yang diserang tomcat ini. Kami akui tidak punya alat untuk membasmi serangga itu. Instansi lain yang bisa melakukannya.

Dari pendataan kami juga bisa disebut, tomcat  tidak menyerang manusia, tapi hanya menyerang kawasan pertanian atau perkebunan saja," kata Yaser saat di konfirmasi, Kamis (8/8/2019).

Instansi terkait yang dimaksud Yaser adalah Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda atau BPBD Kota Samarinda. Kedua instansi ini menurutnya, lebih memiliki keahlian, untuk mengatasi gangguan serangga yang telah diakui  salah satu korban, Budianto (49) warga Samarinda.

Namun disamping itu, Yaser menyarankan agar warga yang terkena gigitan, dan atas akibat yang ditimbulkannya, sebaiknya ada penanganan dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda terlibat di dalamnya.

"Kalau laporan tetap kita terima, namun beda penanganan. Kami siap saja kalau wilayah pertanian maupun perkebunan yang menjadi korban. Ini kan manusia." terang Yaser.

Dirinya juga tidak menyangkal, apabila ada yang sampai terkena sengatan ataupun sampai bersentuhan dengan serangga tersebut, dapat berdampak fatal bagi korbannya, khususnya manusia.

Maka sebagai langkah awal, pihaknya juga menghimbau, agar warga berhati-hati jika menemukan serangga tersebut. Sebaiknya tidak dikejar apalagi ditangkap. Sebab memang berbahaya bila bersentuhan langsung dengan manusia.

"Sambil kita koordinasi. Sebaiknya usir jika melihat tomcat  dengan peralatan yang ada. Karena memang kalau tersentuh kulit manusia saja, dapat berakibat fatal bagi korbannya," pungkas Yaser.(*)

Baca Juga

Serangga Tomket Serang Warga Samarinda Kalimantan Timur, Satu Warga jadi Korban

Kini Resmi Gabung PDIP, Ruhut Sitompul Bicara Blak-blakan soal Loyalitasnya di Golkar & Demokrat

Jadwal Derby Jatim Persebaya vs Madura United Dirubah untuk Hormati Idul Adha

Seksi Arena Dekorasi dan Perlengkapan MTQ Ke-41 Kaltim Sudah Siap

Soal OTT KPK Terkait Impor Bawang Putih, Fadly Zon Enggan Komentar Banyak dan Soroti Nasib Petani

Manfaat Mentimun bisa Melawan Kanker Sampai Mengusir Racun

 

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved