Kongres V PDIP

Di Kongres V PDIP, Megawati Jadikan Ahok Sebagai Simbol Perlawanan Politik Identitas

Hal inilah yang melatari Ketua Umum PDIP Megawati menyebut nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam pidato politiknya di Kongres V PDIP

Di Kongres V PDIP, Megawati Jadikan Ahok Sebagai Simbol Perlawanan Politik Identitas
Tribun Netword
Basuki BTP Ahok, menghadiri Kongres PDI Perjuangan di Bali. 

TRIBUNKALTIM.CO - Di Kongres V PDIP, Megawati Jadikan Ahok Sebagai Simbol Perlawanan Politik Identitas.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati menjadikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai simbol perlawanan politik identitas.

Hal inilah yang melatari Megawati menyebut nama Ahok dalam pidato politiknya di Kongres V PDIP.

Dilansir dari Kompas.com, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga membeberkan alasan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyebut nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) saat menyampaikan pidato politik dalam Kongres V PDI-P.

Eriko mengatakan, Mega sengaja menyebut nama Ahok karena Ahok dinilai sebagai simbol bahwa PDI-P memerangi politik identitas.

"Di tengah esensi pelbagai perbedaan, di tengah sekarang problem radikalisme ya, problem politik identitas, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya prinsip kita saling menghargai.

Saling bertoleran, saling menghormati," kata Eriko kepada wartawan, Kamis (8/8/2019) malam.

Eriko mengatakan, disebutnya nama Ahok juga menandakan bahwa Megawati tidak melupakan Ahok meski baru tercatat sebagai kader PDI-P dan sempat bermasalah dengan hukum.

"Kita tidak pernah meninggalkan beliau, dan tidak pernah mau mengatakan bahwa karena ada hal seperti itu (masalah hukum) dia bukan bagian kita.

Nah itu yang ingin ditunjukkan oleh ketua umum kami," ujar Eriko.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved