Berita Pemkab Kutai Barat

Promosikan Kwangkay Lewat Film, Disparda Kutai Barat Gandeng Asia Prana Pixel

perlu adanya gebrakan untuk mempromosikan, dan tahun ini mencoba mempromosikan upa¬cara Adat Kwangkay lewat film.

Promosikan Kwangkay Lewat Film, Disparda Kutai Barat Gandeng Asia Prana Pixel
HUMASKAB KUKAR
Ilustrasi. Bagian ritual upacara adat Kwangkay suku Dayak di Kaltim. Karena itu Dsiparda Kutai Barat akan membuat gebrakan untuk mempromosikan ritual adat ini lewat film. 

SENDAWAR - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Barat berencana mempromosikan Upacara Kwangkay lewat film dokumenter.

Sejumlah persiapan untuk mendukung kegiatan tersebut lagi digodok Dispar Kubar bersama produksi perfilman Asia Prana Pixel yang didukung sejumlah perusahaan sebagai pembiayaan.

Untuk menyukseskan produksi film tersebut Dispar mengadakan rapat koordi¬nasi dengan sejumlah penggiat perfilman bertempat di Ruang Koordinasi Kantor Bupati Kubar, Kamis (8/8/2019).

Kepala Dinas Pariwisata Kubar Herman Alung mengatakan, Kubar kaya akan seni budaya dan tempat pariwisata, tetapi belum banyak diketahui oleh wisatawan, baik wisatawan luar negri maupaun domestik.

Karena itu perlu adanya gebrakan untuk mempromosikan, dan tahun ini mencoba mempromosikan upa¬cara Adat Kwangkay lewat film.

Lanjut Herman Alung, dengan maju¬nya teknologi digita¬lisasi atau yang lebih dikenal media sosial (medsos), Dispar ber¬upaya mempromosi¬kan pariwisata mela¬lui media sosial. Sela¬in cepat tak terbatas waktu pesebaran in¬formasi ini murah dan efesien.

"Semoga usaha ini berdampak besar un¬tuk kunjungan wi¬satawan dan mema¬jukan perekonomi ¬an masyarakat serta menciptakan lapang¬an kerja," ujarnya.

Herman mengata¬kan, Kwangkay adalah upacara adat pema¬kaman, yang memiliki ritual khusus bagi suku dayak Benuaq dan Tunjung.

Pelaksanaan biasanya dilaku¬kan oleh keluarga terdekat yang masih hi¬dup. Banyak hal yang tidak boleh dilanggar atau yang dianggap tabu oleh masyarakat pendukung kebudaya¬an, pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Upacara ini dimak¬sudkan agar para mendiang dapat tiba di tempat yang ting¬gi di puncak lumut, kwangkay berarti bu¬ang bangkai atau hal yang buruk dan ini da¬pat diartikan dengan melepaskan diri dari segala kedukaan dan mengakhiri masa ber¬kabung. Pelaksanaan upacara ini biasanya 21 hari. (hms36)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved