Berita Pemkab Kutai Barat

Puluhan Tahun Terisolasi, Warga Kampung Rambayan Kini Lega Bisa Bangun Jalan Gunakan ADD

Kampung Rambayan mengatakan, Kampung Rambayan tidak memiliki akses jalan sejak Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi Kabupaten Kubar.

Puluhan Tahun Terisolasi, Warga Kampung Rambayan Kini Lega Bisa Bangun Jalan Gunakan ADD
HUMASKAB KUBAR
Warga Kampung Rambayan bergotng royong merintis jalan kampung. Rencananya, setelah perintisan ini akan dibangun badan jalan sepanjang sekitar 5,5 kilometer dan lebar enam meter. Dana pembangunan menggunakan Anggaran Desa Desa (ADD). 

SENDAWAR - Warga Kampung Rambayan, Kecamatan Mook Manaar Bulatn akhirnya bisa lega. Setelah sekitar puluhan tahun terisolasi, lebih dari 100 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kampung tersebut mulai sumingrah. Akses jalan itu mulai dikerjakan pada Agutus 2019.

HM Syahid, tokoh masyarakat Kampung Rambayan mengatakan, Kampung Rambayan tidak memiliki akses jalan sejak Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi Kabupaten Kubar.

Berkat musyawarah mufakat dan kesepakatan bersama dengan masyarakat, serta hibah tanah dari tiga warga Kampung Rembayan, yakni Syahrin dan Heri Pauda akhirnya akses jalan ini terwujud.

Bentuk kesepakatan ini direalisasikan dimulai dengan merintis jalan secara gotong royong. Setelah dirintis, baru dibuat badan jalan panjang sekitar 5,5 kilometer dan lebar enam meter.

"Saat ini badan jalan mulai dikerjakan dengan menggunakan alokasi dana desa (ADD)," ungkapnya.

Syahid yang terpilih menjadi Petinggi Rambayan 2019-2025 menambahkan, ruas jalan ini nanti tembus ke kilometer 2 jalan hauling PT Teguh Sinar Abadi (TSA), Kampung Muara Bunyut dan Kampung Empas Kecamatan Melak.

"Jalan terhubung ke ibukota kabupaten bisa melalui Kampung Mua¬ra Bunyut dan Kampung Empas,"terangnya.

Afandi, salah seorang tokoh pemuda merasa bersyukur dengan pembukaan jalan tersebut. Pasalnya, di Kampung Rambayan ini tidak ada akses bagi masyarakat ke luar.

Dengan dibukanya jalan ini,jarak tempuh kampung semakin dekat menuju ibukota Sendawar. Menggunakan sepeda mo¬tor sekitar 30 menit.

Selama ini, warga hanya mengandalkan jalur Sungai Mahakam dengan perahu ketinting selama 1,5 jam. Sedangkan jalur darat harus melintasi ibukota Kecamatan MMB de¬ngan waktu antara 1 sam¬pai 2 jam, karena jalurnya melingkar.

Ditambah lagi, menggu¬nakan feri penyeberangan. Menyeberangnya seben¬tar, tetapi proses menung¬gu cukup lama, karena kendaraan harus ditata biar seimbang di dalam feri dan itu bisa mengha¬biskan waktu sekitar an¬tara setengah sampai 1 jam,"pungkasnya.

Selanjutnya melakukan perjalanan ke Melak me¬lalui MMB ini terhitung dua kali menyeberang menggunakan feri dari Kampung Rambayan ke Kampung Muara Jawaq. Kemudian melintasi bebe¬rapa kampung Kecamat¬an MMB dan tiba di Melak Seberang kembali menye¬berang ke Melak menggu¬nakan feri.

Adapun biaya feri per sekali menyeberang yak¬ni, satu orang, Rp5 ribu. Sepeda motor, Rp10 ribu dan mobil, Rp75 ribu. (hms6).

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved