Tangani Stunting, Bupati PPU Instruksikan Seluruh OPD Terlibat Langsung

Secara umur, anak yang mengalami kondisi stunting secara fisik lebih pendek dari anak lain seusianya.

Tangani Stunting, Bupati PPU Instruksikan Seluruh OPD Terlibat Langsung
TribunKaltim.Co/Heriani AM
Bupati PPU, Abdul Gafur Masud atau AGM 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) saat ini fokus menanggulangi kasus stunting (pertumbuhan kerdil).

Stunting adalah kondisi dimana balita yang 1.000 hari sejak dikandung gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dan kondisi lingkungan tidak sehat.

Secara umur, anak yang mengalami kondisi stunting secara fisik lebih pendek dari anak lain seusianya.

Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan perhatian khusus dan mengintervensi 10 desa di Kabupaten PPU, yang terbanyak mencetak angka stunting.

Desa tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Waru pada Desa Api-Api, Kecamatan Babulu pada Desa Sumber Sari, Babulu Laut, Sri Raharja, Labangka Barat dan Gunung Makmur.

Kecamatan Sepaku pada Desa Sukaraja, Tengin Baru, Binuang dan Karang Jinawi.

Tahun 2019 ini, Dinas Kesehatan masih menangani lebih dari 400 kasus stunting.

Bupati PPU, Abdul Gafur Mas'ud mengatakan, dengan upaya yang dilakukan, angka stunting sudah mulai menurun.

"Dari 2013 kita juara satu kasus stunting, juara satu terbanyak," katanya, Jumat (9/8/2019).

Dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi, ia selaku Bupati PPU, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut langsung terlibat dalam penanganan stunting.

"Saya menginstruksikan kepada seluruh OPD agar bekerja sama, karena kasus stunting ini bukan hanya ranah Dinas Kesehatan," tuturnya.

"Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan lain-lain, sampai ke stekholder hingga underbow (organisasi sayap) kita bersama-sama menyelesaikan masalah stunting," sambungnya.

Dalam jangka panjang, kondisi stunting akan menyebabkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tidak dapat mengembangkan potensi dirinya.

Sehingga hal ini menjadi perhatian lebih dari pemerintah agar ke depan sumber daya manusia di Indonesia berkualitas.

"Stunting ini kan anak yang kondisi tubuhnya cebol karena kekurangan gizi dan lainnya. Dalam tahap bayi dalam kandungan, harus disosialisasikan kepada ibu hamil agar nanti anaknya bisa sehat ketika lahir," tandasnya. (*)

Penulis: Heriani AM
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved