Tugu Usuk Bulau Paser akan Dibangun, Nantinya Ada 2 Kendali Lalu Lintas di Simpang 5 Kandilo Plaza

Oleh karena itu, tambah Arya, dalam design tugu disisipkan ornament, unsur, simbol daerah dan prestasi Pemkab Paser.

Tugu Usuk Bulau Paser akan Dibangun, Nantinya Ada 2 Kendali Lalu Lintas di Simpang 5 Kandilo Plaza
TribunKaltim.Co/Sarassani
Selain mengikuti lampu lalu lintas (traffic light) pengendara yang melintasi simpang lima Kandilo Plaza ini nantinya harus memutari bundaran, terutama yang mengambil arah ke kanan, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Tahun ini, Pemkab Paser akan membangun tugu Usuk Balau di simpang lima Kandilo Plaza Tanah Grogot.

Rencananya tugu Usuk Balau dibangun dalam waktu dekat ini, karena harus sudah selesai sebelum peringatan HUT Ke-60 Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Karena proyek itu menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Hasanudin, Jumat (9/8/2019), merupakan proyek tahun tunggal.

“Dananya sekitar Rp 1,8 miliar APBD murni 2019. Proyek tahun tunggal, jadi sebelum 29 Desember atau HUT Paser harus sudah selesai,” kata Hasanuddin.

Terkait titik lokasi pembangunan tugu, Kabid Cipta Karya DPUTR Paser Arya Widhiyasa mengatakan bahwa tugu akan dibangun tepat di tengah-tengah persimpangan.

“Dibangun tepat ditengah-tengah persipangan. Iya, nantinya berfungsi sebagai bundaran,” kata Arya.

Karena bundaran dapat berfungsi sebagai pengendali arus lalu lintas, sementara setiap titik persimpangan jalan sudah tertanam lampu lalu lintas (traffic light), yang juga sebagai pengendali arus lalu lintas, apakah nanti traffic light tidak difungsikan lagi setelah ada bundaran?

“Traffic light tetap difungsikan. Yang jelas kalau ada bundaran akan lebih tertata lagi, mengapa? Dengan persimpangan seluas itu terkadang penggendara mengambil jalur pengendara lain, makanya dengan adanya bundaran akan lebih tertata lagi,” ucapnya.

Arya pun membenarkan bahwa nantinya akan ada dua kendali lalu lintas di simpang lima Kandilo Plaza. Selain itu, Arya menyampaikan tugu Usuk Balau merupakan inisiasi Lembaga Adat Paser (LAP) dan Paser Bekerai, termasuk design tugu yang dibangun.

“Design itu kami diskusikan bersama, setelah final kami menghadap Pak Bupati untuk minta persetujuan Beliau, saat itu pula nama Usuk Bulau diusulkan dan mendapat persetujuan Pak Bupati. Usulan itu sudah lama, makanya dianggarkan di APBD murni 2019,” sambungnya.

Usuk Bulau sendiri dalam Bahasa Paser artinya pucuk emas. Tugu yang menjadi simbol keinginan dan harapan masyarakat Paser untuk meraih sukses dalam pembangunan.

“Tugu yang memaknai harapan masyarakat Paser untuk hidup sejahtera, melestarikan budaya dan menjunjung tinggi kemuliaan akhlak,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Arya, dalam design tugu disisipkan ornament, unsur, simbol daerah dan prestasi Pemkab Paser.

Seperti Mastogok yang menjadi simbol keluhuran martabat masyarakat Paser, 10 cincin emas yang melambahkan 10 Kecamatan, pilar tugu dibagun dengan motif kayu ulin serta moto Olo Manin Aso Buen Si Olo Ndo.

“Ada juga simbol Parasamya Purnakarya Nugraha, sebagai penghargaan karya tertinggi pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun dari pemerintah pusat, logo pariwisata dan Sertifikat Adipura,” tambahnya.

Penulis: Sarassani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved