Muhammad Wawan Pemuda Asal Bontang Ikut Ajang IYMDS, Presentasi di Kedubes Amerika

Muhammad Wawan Adisaputra mahasiswa Universitas Mulawarman mewakili Kota Bontang di ajang Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) di Jakarta.

Muhammad Wawan Pemuda Asal Bontang Ikut Ajang IYMDS, Presentasi di Kedubes Amerika
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
SAMPAH DI PESISIR — M Wawan berhasil lolos mewakili Bontang dalam ajang IYMDS di Jakarta. Wawan masuk 40 besar dari total 800 peserta se-Nasional. Ia mengagas konsep penanganan sampah di Beras Basah. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Muhammad Wawan Adisaputra mahasiswa Universitas Mulawarman mewakili Kota Bontang di ajang Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) di Jakarta.

Wawan menjadi satu-satunya warga Bontang berkesempatan mengikuti program pelatihan dan pengembangan para pemuda se-Nusantara terkait penanganan masalah sampah di laut.

Pemuda berkacamata ini berhasil masuk 40 besar dari total 800 peserta yang mendaftar.

Pemuda kelahiram Bontang 21 tahun lalu ini membawa konsep penataan Beras Basah dari polusi sampah plastik. Rencananya, pada Selasa (27/8/2019) ia bakal mempresentasikan konsep penanggulangan sampah di pesisir.

“Nanti tanggal 27/8 saya bakal presentasi di Kedubes Amerika di Jakarta,” ujar Wawan.

Ia menawarkan konsep penanganan sampah di Beras Basah dengan metode partisipatif melibatkan stakholder terkait.

SIAPKAN POJOK BACA — Pulau Beras Basah menjadi spot kunjungan wisatawan paling tinggi di Kota Bontang. Rencananya, Wawali Basri Rase bakal menyediakan pojok baca di lokasi wisata ini.
SIAPKAN POJOK BACA — Pulau Beras Basah menjadi spot kunjungan wisatawan paling tinggi di Kota Bontang. Rencananya, Wawali Basri Rase bakal menyediakan pojok baca di lokasi wisata ini. (TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan)

Mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas FKIP Unmul ini menawarkan ide agar Beras Basah tersedia tempat sampah mobile.

Beras Basah Jadi Tempat Penyu Sisik Bertelur, Neni Wacanakan Jadi Tempat Wisata Konservasi Penyu

Wawali Basri Wacanakan Bangun Pojok Baca di Beras Basah, Tiru Konsep Seperti di Korea Selatan

Pasalnya, sampah di Beras Basah tak memiliki tempat pembuangan. Alih-alih ditimbun, sampah banyak dibuang ke laut.

Untuk pengangkutan sampah, kementerian terkait bakal mengadakan unit kapal pengangkut sampah dari pesisir ke daratan.

“Saya coba tawarkan konsep ini, tapi sebelumnya sudah pernah juga kita terapkan konsep e-tiket sampah,” ujarnya.

Melalui e-tiket sampah, setiap pengunjunh ditarik retribusi Rp 5 ribu. Mereka diwajibkan membawa sampah selepas berlibur di Beras Basah.

Apabila, pengunjunh kembali tanpa sampah, uang retribusi bakal masuk dalam kas begitupun sebaliknya.

“Hanya saja kesadaran masyarakat tentang sampah di laut masih minim, padahal dampaknya berpengaruh juga ke manusia. Karena mikro plastik dari sampah dikonsumsi ikan,” katanya.

Siti Yara Pimpin Fraksi PKB Pembangunan dan Perjuangan, Basri Beri Sinyal di Pilwali Bontang

Teladani Nabi Ibrahim, Walikota Neni Ajak Warga Bontang Ikhlas Berkurban Bangun Daerah Lebih Baik

Keterarikan Wawan tentang isu lingkungan sudah dilakoni sejak lama. Di Bontang ia tergabung dalam komunitas Bontang Clean Action.

Komunitas peduli lingkungan ini kerap turun aksi bersih-bersih di lapangan, termasuk saat banjir beberapa waktu lalu. (*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved