Ancam Sebar Video hingga Dugaan LGBT, Inilah 6 Fakta Lain Guru di Riau Ikat dan Lecehkan Siswanya

Kasus seorang guru di salah satu SMA di Tanjungpinang, Riau, yang diduga melecehkan seorang murid laki-lakinya terus diusut polisi.

Ancam Sebar Video hingga Dugaan LGBT, Inilah 6 Fakta Lain Guru di Riau Ikat dan Lecehkan Siswanya
AlexLinch
Ilustrasi 

"Mudah-mudahan cepat ditangani polisi agar tidak jatuh korban lagi," ungkap Ery.

5. Polisi mengaku sudah melakukan penyelidikan

AKP Efendri Ali mengatakan, kasus dugaan pelecehan tersebut terus diselidiki.

Polisi akan menjemput guru SMA tersebut.

"Kalau tidak ada halangan, hari ini juga kami jemput di kediaman oknum guru tersebut," kata Ali saat dihubungi. Ali mengatakan, kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan. Sementara itu, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi berjanji akan segera mengungkap kasus tersebut.

"Tunggu saja, nanti pasti diekspos kok," kata Ucok.

6. Ancam sebarkan video

Ery mengatakan, selain karena pelecehan seksual yang dialami, mental korban menjadi down karena video rekaman pelecehan yang dilakukan guru tersebut telah tersebar di media sosial.

Untuk mengembalikan mental, korban akhirnya dipindahkan ke Batam.

Namun, belakangan oknum guru tersembut kembali mengancam korban.

"Makanya kasus ini dilaporkan ke polisi, dengan harapan oknum guru tersebut ditangkap dan tidak ada lagi korban-korban selanjutnya," jelas Ery, Sabtu (10/8/2019).

Ery mengatakan, dari keterangan korban, pelecehan telah dilakukan guru itu sebanyak enam kali.

Baca juga :

Konflik Ikan Asin Galih Ginanjar, Wakil Ketua KOMNAS Perempuan Sebut Sebagai Pelecehan Seksual

DP3A Palu: Banyak Upaya Pelecehan Seksual di Lokasi Pengungsian Korban Bencana

Seluruhnya dilakukan di rumah terduga pelaku.

Guru itu mengancam korban dengan menggunakan pisau.

Tidak sampai di situ, selama korban masih berada di Tanjungpinang, korban selalu diawasi dan dipantau sang guru.

"Mungkin setelah di Batam, oknum itu tidak bisa memantau secara langsung. Makanya si oknum kembali mengancam akan menyebarkan video mereka jika si korban tidak mau lagi melayani si oknum tersebut," ujar Erry.

"Perbuatan ini sudah tidak bisa ditoleransi dan saya harap polisi bisa secepatnya bertindak. Ini menyangkut generasi anak bangsa," ujarnya. 

(*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved