Bebaskan Mobil Listrik di Skema Ganjil Genap, Beri Nilai Positif Untuk Industri Mobil Listrik

salah satu alasan untuk mengecualikan mobil listrik di skema pelat ganjil genap, karena ramah lingkungan sehingga tidak menyumbangkan polusi udara.

Bebaskan Mobil Listrik di Skema Ganjil Genap, Beri Nilai Positif Untuk Industri  Mobil Listrik
(KOMPAS.COM/Ira Rachmawati)
Wiebe Wakker berkeliling dunia untuk mengkampanyekan mobil listrik yang lebih ramah lingkungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pengecualian kepada mobil listrik, untuk melintas di kawasan pembatasan kendaraan dengan skema untuk pelat nomor ganjil genap.

Karena ini akan  memberikan dampak positif khususnya untuk industri mobil listrik . Sementara salah satu alasan untuk mengecualikan mobil listrik di skema pelat ganjil genap, karena ramah lingkungan sehingga tidak menyumbangkan polusi udara.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi  mengatakan,  apa yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sudah tepat,

karena di negara maju sekalipun untuk mobil ramah lingkungan seperti mobil listrik, hibrida, hibrida plug in diberikan insentif.

 "Kami sangat mengapresiasi terhadap keputusan itu, karena ini menjadi nilai plus buat pemilik mobil listrik," ucap Nangoi ketika dihubungi Kompas.com pekan lalu yang dilansir Tribunnews.Com.

Contoh mobil listrik dan sejenisnya yang sudah dipasarkan di Indonesia adalah BMW i8 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Mitsubishi Outlander PHEV, dan Toyota C-HR Hybrid, Camry, Prius, dan Mercedes-Benz E300 EQ Power.

Banderolnya juga cukup tinggi, Outlander PHEV misalnya dijual Rp 1,289 miliar, Mercy E300 EQ Power Rp 1,899 miliar.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk beri insetif pada penggunaan mobil listrik di Jakarta

Dilansir dari Kompas.com, insentif tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat ramai-ramai beralih ke kendaraan listrik.

"Kita mendorong, terutama Gubernur DKI yang APBD gede bisa memberi insentif.

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved