Ibu Kota Baru

Ide Palangkaraya jadi Ibu Kota Baru RI dan Pengakuan Saksi Sejarah Pendirian Tugu Soekarno 1957

Saya berdiri disana, sebelahnya ada mobil. Saya sekertaris penuntut adanya Provinsi Kalimantan Tengah, membentuk Palangkaraya, pendukung pemekaran.

Ide Palangkaraya jadi Ibu Kota Baru RI dan Pengakuan Saksi Sejarah Pendirian Tugu Soekarno 1957
Tribunkaltim.co/HO Humas Setkab)
Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah pejabat meninjau salah satu lokasi alternatif pengganti Ibu Kota Baru RI, di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5/2019) siang. 

TRIBUNKALTIM.CO, PALANGKARAYA - Rencana pemindahan ibu kota Indonesia sebutkan wilayah di Kalimantan Tengah menjadi satu di antara kandidat sebagai Ibu Kota Baru, Republik Indonesia (RI).

Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini bersama Bappenas, yang secara pasti pemindahan ibu kota Indonesia ke Pulau Kalimantan.

Sejauh ini pemerintah pusat sedang menggodok, mendalami dan mengkaji provinsi yang memang layak dijadikan Ibu Kota Baru RI.

Nama Kalimantan Tengah memang santer disebut calon Ibu Kota Baru di era Presiden Joko Widodo, namun sejak Presiden Soekarno pun Kalimantan Tengah Palangkaraya sempat disinggung bakal menjadi Ibu Kota Baru RI.

Catatan sejarah sebutkan di tahun 1957, usai ada pembentukan Palangkaraya Kalimantan Tengah, Presiden Soekarno mempromosikan, menggembar-gemborkan akan ada suatu saat di Kalimantan Tengah menjadi Ibu Kota Baru bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengutip dari KompasTV, program acara Aiman, bertajuk Siap-siap Pindah Ibu Kota belum lama ini menghadirkan sosok yang merupakan bagian dari sejarah pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah dan Palangkaraya sebagai Ibu Kota Kalimantan Tengah.

Dia adalah seorang pria yang kini usianya sudah menginjak 89 tahun. Bernama lengkap Sabran Achmad. Pria berkulit putih ini pun mau sempatkan diri bersua dengan Aiman Kompas TV, bersua mengenai kilas balik peristiwa di tahun 1957 saat Presiden Soekarno datang dan membentuk Palangkaraya.

"Saya sehat, kondisinya," ujar Sabran Achmad kepada Kompas TV.

Sabran mengaku, ingat betul masih muda dirinya datang secara langsung ke bundaran Palangkaraya, monumen pembentukan Palangkaraya.

"Saya berdiri disana, sebelahnya ada mobil. Saya sekertaris penuntut adanya Provinsi Kalimantan Tengah, membentuk Palangkaraya, pendukung pemekaran wilayah, dari Banjarmasin mendukung pemekaran," kata Sabran Achmad.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved