Berita Pemkab Kutai Barat

Dilatih Cara Mengemas, Pelaku Usaha Gula Merah Kubar Diminta Jaga Kualitas Produk

30 pelaku usaha gula merah mendapat pelatihan pengemasan dari Disperindakop dan UKM Kubar, termasuk bantuan alat pengemasan

Dilatih Cara Mengemas, Pelaku Usaha Gula Merah Kubar Diminta Jaga Kualitas Produk
HUMASKAB KUBAR
Yuyun Diah S didampingi Yakin Masiku, Kasi Perijinan dan Sistem Informasi Industri berfoto bersama sejumlah pelaku usaha pada pelatihan pengemasan gula merah di Posyandu Melati, Kampung Sakaq Tada, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kutai Barat, Jumat (9/8/2019). 

SENDAWAR - Para pelaku usaha yang mengolah hasil pertanian, salah satunya gula merah diminta menjaga kualitas dan memperhatikan kemasan serta penampilan produknya. Ini untuk menarik konsumen yang telah berbelanja agar kembali lagi.

Kabid Industri Disdagkop dan UKM Kubar Yuyun Diah S mengatakan konsumen memerlukan produk yang berkualitas. Namanya kualitas yang baik, harus mengikuti selera dipasaran atau pembeli bukan penjual.

"Melalui pelatihan ini, dapat meningkatkan dan menumbuhkembangkan industri di Kubar, terutama usaha gula merah," ujar Yuyun Diah S didampingi Yakin Masiku, Kasi Perijinan dan Sistem Informasi Industri pada pelatihan pengemasan gula merah di Posyandu Melati, Kampung Sakaq Tada, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Jumat (9/8/2019).

Dalam kegiatan ini juga diserahterimakan bantuan berupa dua unit peralatan, masing-masing alat perekat press plastik sealer dan timbangan dapur digital (elektronic kitchen scale) kepada pelaku usaha binaan. Adapun jumlah peserta sekitar 30 orang.

Petinggi Sakaq Tada, Mustaffa mengapresiasikan kegiatan ini, karena sangat bermanfaat mendukung meningkatkan perekonomian di Kampung Sakaq Tada kedepannya.

"Semoga setelah kegiatan ini, dapat memberikan motifasi berkelanjutan untuk menyangkut perkembangan usaha pribadi dan meningkatkan ekonomi rumah tangga,"ungkapnya.

Diketahui, wilayah Kampung Sakaq Tada memiliki penduduk sekitar 100 kepala keluarga dan sekitar 80 persen adalah petani aren. Setiap satu petani aren, mampu menghasilkan gula merah antara 10-30 per kilogramnya setiap harinya dan perminggunya menghasilkan 5 ton.

"Untuk harga gula merah saat ini, mencapai sekitar 15 ribu sampai 16 ribu per kilogramnya dan penjualannya selain di wilayah Kubar, juga di Samarinda,"jelasnya.

Dia mengimbau kepada petani aren agar membuat produknya tetap dijaga kualitas. Jangan pernah berpikir atau mencurangi produknya sendiri dengan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi kualitas produk. (hms6)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved