Dinas Kehutanan Kaltara Siapkan Rp 6,9 M Hadapi Karhutla

Dinas Kehutanan Kalimantan Utara juga turut bekerja keras mencegah terjadinya kebakaran hutan di Kalimantan Utara

Dinas Kehutanan Kaltara Siapkan Rp 6,9 M Hadapi Karhutla
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
abut asap menyelimuti landasan pacu bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, saat bencana kabut asap tahun 2015 silam. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Kehutanan Kalimantan Utara juga turut bekerja keras mencegah terjadinya kebakaran hutan di Kalimantan Utara.

Sekretaris Dinas Kehutanan Kalimantan Utara Maryanto menjelaskan, instansinya telah membentuk unit manajemen di daerah sebagai tindak lanjut edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencegah kebakaran hutan di daerah.

Maryanto mengatakan, Kalimantan Utara bukan penyumbang terbesar potensi kebakaran lahan dan hutan di Tanah Air, termasuk potensi hotspot atau titik api. Sebab wilayahnya tidak seluas daerah lainnya di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Sekretaris Dinas Kehutanan Kalimantan Utara Maryanto menjadi narasumber 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (13/8/2019).
Sekretaris Dinas Kehutanan Kalimantan Utara Maryanto menjadi narasumber 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (13/8/2019). (TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan)

"Meski begitu, kita tetap harus antisipasi untuk mencegah dampak yang lebih besar," ujar Maryanto, Selasa (13/8/2019) kepada Tribunkaltim.co.

Ia meminta masyarakat segera melapor jika ada indikasi kebakaran lahan atau hutan ke Dinas Kehutanan. Laporan bisa juga dilayangkan ke KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan).

"Bahkan lebih pas kalau melapor ke KPH. Karena peralatan, sarpras, dan personelnya ada. Ada juga pegawai kementerian yang ditugaskan di daerah," sebutnya.

Dinas Kehutanan Kalimantan Utara juga melakukan pengadaan alat pemadam kebakaran. Anggarannya mencapai Rp 6,9 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Kita adakan alat pemadam kebakaran. Ada mobil pemadam, serta sarana dan prasarana pemadaman lainnya. Itu nanti akan kita tempatkan di kabupaten/kota, untuk mendukung upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan," sebut Maryanto. (*)

Baca Juga

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, PT BIM Bentuk Kelompok Masyarakat Peduli Api

Dalam Sehari, Terjadi Dua Kebakaran Hutan dan Lahan di Lokasi Berbeda

Bupati Ajak Masyarakat Lestarikan dan Tanam Buah Lokal di Kawasan Hutan Adat Hemaq Beniuq

Hanya Pulau Maratua yang Bebas Kebakaran Hutan dan Lahan

Sudah 205,7 Hektar Lahan di Provinsi Kaltara Terbakar, Terluas di Nunukan

BNNP Kaltara Terbentuk 2017, Angka Peredaran Narkoba di Kaltim Menurun

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved