Ibu Kota Baru

Kabar Ibu Kota RI Pindah dari Jakarta, Walikota Sebut Harga Tanah di Palangkaraya Naik 3 Kali Lipat

Ingat betul kala itu Farid pun berbincang-bincang dengan Presiden Joko Widodo di sela acara presmian Bandara Tjilik Riwut.

Kabar Ibu Kota RI Pindah dari Jakarta, Walikota Sebut Harga Tanah di Palangkaraya Naik 3 Kali Lipat
KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI
ILUSTRASI - Kawasan Sebangau yang masuk dalam tiga wilayah yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kabar beredar ibu kota negara Indonesia akan keluar dari Jakarta. Ada rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. 

Isu atau wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Tengah memang sudah lama sekali terjadi, terkadang harga tanah di Palangkaraya pun naik turun.

Terbaru ini, kembali menghangat bahasan pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan membuat harga tanah pun kembali bergejolak, mengalami tren kenaikan harga.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Palangkaraya, Farid Naparin, bersua dengan Kompas TV, belum lama ini dalam acara Aiman, terpublikasi dalam YouTube Kompas TV pada 26 Mei 2019.

Padahal ungkap dia, harga tanah di Palangkaraya Kalimantan Tengah itu sudah ada ketetapan NJOP, Nilai Jual Objek Pajak, yang standar harga tanahnya itu sekitar di harga Rp 500 ribu per meter.

Berhubung mencuat lagi, menghangat lagi rencana pemindahan ibu kota Indonesia maka terjadilah kenaikan harga tanah di Palangkaraya yang tidak lagi sesuai dengan NJOP.

"Naik harga. Harganya bisa tiga kali lipat dari harga NJOP," ungkap Farid.

Sebenarnya, bebera Farid, penentuan Ibu Kota Baru RI sejauh ini bukan berada persis di pusat Kota Palangkaraya akan tetapi berada di daerah Rakumpit, sebuah kecamatan yang ada di Palangkaraya.

Pemerintah pusat melirik Palangkaraya karena daerahnya masih sangat luas dan penguasaan lahannya pun lebih banyak dibawah kewenangan negara atau pemerintah, jadi saat nanti akan pindah Ibu Kota Baru ke Palangkaraya Kalimantan Tengah tentu saja tidak akan memakan biaya banyak.

Pihaknya sendiri pemerintah kota tidak lakukan sosialisasi ke seluruh warga kalau mau ada pindah Ibu Kota Baru RI ke Palangkaraya karena memang belum resmi, belum ada kepastian.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved