Monumen Tambang Masih Menunggu Persetujuan Presiden, Ini Alasannya

Rencana pembangunan monumen tambang terus dimatangkan. Baik dari sisi lokasi, perizinan hingga rencana mobilisasi.

Monumen Tambang Masih Menunggu Persetujuan Presiden, Ini Alasannya
TribunKaltim.Co/Margaret Sarita
Rakornis Icon Tambang Kutai Timur dipimpin Wabup Kasmidi Bulang 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Rencana pembangunan monumen tambang terus dimatangkan. Baik dari sisi lokasi, perizinan hingga rencana mobilisasi.

Wakil Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang kembali memimpin rapat koordinasi teknis ikon tambang Kutai Timur, yang dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas PU, Bagian Pembangunan Setkab Kutim dan tim dari PT Kaltim Prima Coal (KPC), Selasa (13/8/2019).

Dalam pertemuan tersebut,  Agus Riswanto melaporkan hasil sounder di kawasan Polder Sangatta di Jalan Ilham Maulana, beberapa waktu lalu oleh Tim PT KPC, hanya bisa pada kedalaman 20 meter.

Satpol PP Copot Puluhan Spanduk di Ruas Jalan Protokol Sangatta

Karena kemampuan alat milik PT KPC hanya sebatas 20 meter. “Kemampuan alat PT KPC hanya untuk kedalaman 20 meter. Untuk mengetahui kemampuan tanah menopang beban unit seberat 261 ton, minimal harus menemukan lahan dengan qc 80-150 Kg/m2,” ungkap Agus.

Kedalaman 20 meter, lanjut Agus, artinya daya dukung masih sangat kecil untuk menopang yang ada di atasnya. Beban yang ditahan di atas pondasi dari unit seberat 261 ton, minimal 54 persen. “Untuk analisa end bearing harus ada uji tahap lanjutan. Penyelidikan tanah lanjutan,” ujar Agus.

Selain itu, PT KPC juga harus menunggu persetujuan Presiden RI untuk melakukan pemotongan dan pemindahan unit liebherr T282 ke kawasan Polder Sangatta.

Puluhan Mobil Hias Ramaikan Pawai Takbir di Kutim, Ada yang Baru di Truk Hias Lanal Sangatta

650 Pramuka Sangatta Ikuti Pawai Obor, Dilepas Wabup Kasmidi Bulang

Pelabuhan Sangatta Kutai Timur Belum Bisa Dioperasikan, Jalan Penghubung Kini Ditangani Pemkab Kutim

Karena unit tersebut, meski tak digunakan lagi oleh perusahaan namun sudah menjadi aset negara.

“Untuk unit senilai Rp 0-10 miliar, persetujuan dilakukan oleh DPR RI. Namun untuk nilai Rp 10 miliar ke atas, harus atas persetujuan Presiden. Nilai unit yang akan menjadi icon tambang tersebut, bernilai Rp 34 miliar,” ungkap Agus.

Menanggapi kendala-kendala yang dihadapi tersebut, Wabup Kasmidi Bulang mengatakan pihaknya akan mengupayakan mengajukan surat permohonan ke Presiden melalui Kemenkeu RI.

Sementara untuk sounder bisa dibantu oleh pihak ketiga, melalui Dinas PU Kutim. “Kami berharap, apa yang diinginkan bisa segera terwujud.

Kami sebagai warga Kutim tentu ingin bisa melihat dari dekat unit yang bekerja di tambang itu seperti apa. Para pelajar juga bisa belajar dari dekat mengenai unit alat berat yang beroperasi di kota mereka,” ujar Kasmidi.

Seperti diketahui, kawasan Polder Sangatta akan menjadi kawasan terpadu sebagai tempat hiburan, kuliner, olahraga dan pendidikan.

Satu unit alat berat Liebherr T 282 yang hanya ada dua di dunia, akan berdiri di lokasi tersebut sebagai icon tambang untuk ditunjukkan pada warga Sangatta.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved