Tak Terima Dianiaya, Pemuda Pengunjung Warung Kopi Polisikan Satpol PP

“Yang didengar Satpol PP ATM. Dia (oknum satpol) nyeletuk, mungkin salah dengar dan tersinggung bilang, kamu punya uang berapa,” kata Silvester

Tak Terima Dianiaya, Pemuda Pengunjung Warung Kopi Polisikan Satpol PP
TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prastyo)
AKSI MAHASISWA - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Suara Rakyat Nusantara (SURYANATA) menggelar aksi unjuk rasa pasca terjadinya pengeroyokan kepada 8 mahasiwa yang dilakukkan oleh Satpol PP Kota Samarinda Balai Kota Pemkot jalan Kesuma Bangsa Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Sesekali Silvester Hengki Sanan masih mengeluhkan kepalanya sakit. Dua perban bekas memar masih tertempel di kening dan samping telinga kiri pemilik warung kopi di Jalan Wahid Hasyim, Samarinda.

Meski demikian, pemuda 26 tahun ini, masih kuat menanjak bukit menuju balai kota Samarinda. Bersama puluhan mahasiswa, mereka menuntut pertanggungjawaban hukum atas dugaan pemukulan 8 pemuda di kedai miliknya oleh oknum Satpol PP Kota Samarinda.

Peristiwa pilu itu, bermula Jumat (9/8/2019) lalu. Kala itu, di kedai kopinya Silvester Hengki Sanan kedatangan rekan-rekan mahasiswa dan pemuda lain. Mereka asyik berdiskusi sambil minum kopi.

Sekitar pukul 23.30 wita, belasan personel Satpol PP Kota Samarinda keluar dari sebuah tempat hiburan malam (THM) usai menggelar operasi penertiban (THM) jelang Idul Adha.

Pengunjung di kedai yang bersebelahan itupun tak luput dari pemeriksaan identitas.

Petugas pun meminta pengunjung kedai menunjukan identitas diri. Belasan pengunjung yang kebanyakan mahasiswa itupun menunjukan kartu identitas penduduk. Petugas Satpol sempat mempermasalahkan, adanya satu identitas luar Samarinda.

“Petugas Satpol sempat permasalahkan KTP mati. Setelah dicek komandan regu, ternyata, itu KTP elektoronik, berlaku seumur hidup,” kata Silvester Hengki Sanan.

Masalah muncul, saat seorang mahasiswa, pengunjung kedai, Silva Sagor bertanya, apakah kartu tanda mahasiswa (KTM) juga perlu ditunjukkan atau tidak. “Yang didengar Satpol PP ATM. Dia (oknum satpol) nyeletuk, mungkin salah dengar dan tersinggung bilang, kamu punya uang berapa,” kata Silvester Hengki Sanan.

Perdebatan pun tak terhindarkan. Silvester Hengki Sanan dan belasan kawannya, langsung dikelililingi belasan satpol. Untungnya, komandan regu langsung melerai dan menarik pasukan naik ke mobil patroli.

Di atas mobil, Silvester Hengki Sanan mendengar celetukan petugas Satpol yang dia nilai kurang nyaman buat pelanggannya. “Mau saya hajar kah kalian,” tiru Silvester Hengki Sanan.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved